Trend Blockchain, Crypto dan DeFi 2021

2020 merupakan tahun yang sangat sukses bagi industri cryptocurrency. Terlepas dari banyaknya pergolakan ekonomi, keuangan dan politik yang terjadi selama 12 bulan terakhir, industri blockchain memberikan kemajuan yang sangat pesat. Pada tahun 2021 kita akan melihat adanya peluncuran Ethereum 2.0 yang sudah dinanti-nantikan, gebrakan inovasi nyata dari industri decentralized finance dan harga Bitcoin yang akan menyentuh sejarah baru dan secara signifikan melampau indikator tahun 2017. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai bagaimana cryptocurrency, decentralized finance dan teknologi blockchain dapat dikembangkan tahun 2021 dan ke depannya dan apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menyambut hal tersebut.

Blockchain Capital, perusahaan yang besar dalam industri investasi sudah mengumpulkan daftar dari 10 hal yang akan terjadi di industri cryptocurrency pada 2021. Laporan tersebut memuat perkiraan dari Coinbase, pasar stablecoin, DeFi governance token dan pinjaman, decentralized exchange, CBDC dan masih banyak lagi.

Baca juga : Apa itu 3 jenis token crypto ?

Meskipun tahun lalu prediksi Blockchain Capital hanya terjadi setengahnya, namun Anda dapat melacak ide utama dari analisis tersebut yang dimana berisi mengenai adopsi crypto di seluruh dunia. 2020 sudah menunjukkan adanya minat yang luar biasa di cryptocurrency dan teknologi desentralisasi baik dari perusahaan swasta ataupun pemerintahan yang berada di seluruh dunia. Tentu merupakan hal yang logis untuk mengasumsikan bahwa tren ini tidak hanya akan meningkat tahun depan tapi juga akan bersifat lebih intens. Berdasarkan sejumlah perkiraan dari perusahaan analitik terkemuka, terdapat beberapa hal yang dapat diharapkan dari industri cryptocurrency di 2021 dan hal tersebut berada 3 area utama yaitu teknologi blockchain, Bitcoin dan decentralized finance (DeFi).

Teknologi Blockchain

Forrester, perusahaan yang berfokus pada riset pasar baru saja meluncurkan prediksi blockchainnya di 2021. Laporan tersebut menyebutkan bahwa blockchain dan teknologi registri terdistribusi sudah mendapatkan popularitas yang signifikan di sektor perusahaan pada beberapa tahun terakhir. Martha Bennett, Chief Analyst Forrester mengatakan bahwa prediksi ini tidak berdasarkan pada tren yang berkelanjutan namun pada perubahan yang terjadi. Laporan tersebut juga memprediksikan bahwa terdapat launching projek blockchain global sebesar 30% yang terjadi di seluruh dunia. Analis dari perusahaan ini percaya bahwa pengembangan inisiatif baru termasuk di industri blockchain dapat dikaitkan dengan perubahan yang terjadi di pasar dan kondisi ekonomi. Tentu saja hal ini juga didominasi oeh pandemi Covid-19.

Sebagai tambahan, sebagian besar projek yang sudah direncanakan untuk masuk ke tahap pengembangan di 2021 akan menggunakan platform blockchain yang ditawarkan oleh perusahaan tertentu. Penggunaan dari teknologi cloud (pada pengembangan blockchain), disediakan oleh Alibaba, Huawei, IBM, Microsoft, OneConnect, dan Oracle akan meningkat juga. Secara keseluruhan, Bennett membuat 3 prediksi yang akan terjadi di teknologi blockchain pada 2021:

  1. 30% dari projek global akan mengimplementasikan blockchain ke dalam produksi
  2. China akan menghasilkan progres tercepat dalam pengadopsian teknologi blockchain di infrastruktur digitalnya yang baru
  3. Blockchain yang bersifat permissioned akan tetap dominan dalam jangka panjang

Selama 2020, developer sudah membuat progres yang baik pada pengembangan projek blockchain. Tahun depan dapat menjadi permulaan dari adopsi blockchain secara luas di level perusahaan untuk hal privasi dan keamanan. Sejauh ini, hal tersebut adalah manfaat terbesar dari teknologi desentralisasi yang sudah ditemukan oleh perusahaan besar. Dan salah satu hal yang paling antisipasi adalah pengembangan blockchain di beberapa area berikut: privasi, keamanan, dan perlindungan data.

Pasar Bitcoin dan Crypto

2020 benar-benar merupakan tahun keemasan bagi industri cryptocurrency terlepas dari masalah dan krisis yang ada. Dengan latar belakang kestabilan ekonomi dunia yang memburuk akibat pandemi Covid-19, cryptocurrency memiliki permintaan yang sangat tinggi. Perusahaan besar, investor privat dan yayasan sudah menunjukkan minat yang cukup besar di Bitcoin sebagai tempat untuk menyimpan modal. Minat-minat yang ada seperti ini akhirnya berujung pada Bitcoin yang mencapai $24.000 pada akhir tahun ini dan tetap menanjak naik harganya.

Tidak hanya Bitcoin yang bertumbuh tapi juga semua cryptocurrency. Bahkan saat ini, terdapat prospek yang menarik untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini semua tentang inisiatif pemerintah yang mencetak uang sebagai bagian dari melawan konsekuensi ekonomi karena Cocvid-19 dan tentu saja hal ini mendevaluasi nilai mata uang fiat. Contohnya index dolar DXY turun hingga 8% sejak Mei hingga ke poin 93.5. Bitcoin dan cryptocurrency lainnya terlihar sangat menarik dengan latar belakang ini karena emisi mereka terbatas.  Semakin sedikit yang menjual secara gratis, maka akan semakin tinggi harganya.

Mark Tepper, CEO dari Strategic Wealth Partners percaya bahwa harga Bitcoin dapat mencapai $100.000 pada akhir tahun depan. Namun analis mengatakan bahwa Bitcoin lebih mungkin mencapai harga $40.000, membandingkan cryptocurrency dengan saham perusahaan Elon Musk.

“Anda dapat membandingkan Bitcoin dengan Tesla. Tesla naik hingga 500% di tahun ini. Menurut pendapat saya,  Bitcoin secara potensial dapat menjadi Tesla-nya 2021. Hal ini mungkin mengingat pada kasus bullish yang ada dan Bitcoin sudah mencapai 100.000 pada akhir tahun depan. Saya pikir paling memungkinkan adalah ketika Bitcoin mencapai $40.000 pada akhir 2021.”

Anthony Pompliano, co-founder dari Morgan Creek Digital, salah satu perusahaan investasi terkemuka di dunia juga percaya pada kesuksesan Bitcoin tahun depan. Pompliano mendasarkan prediksinya pada fakta dimana Bitcoin memiliki popularitas yang besar sekali di antara investor institusional dan miliarder, yang berarti akan terdapat banyak sumber modal yang masuk ke industri cryptocurrency.

Berita terbaru tentang topik ini mencuri perhatian MicroStrategy. Perusahaan ini menginvestasikan 650 juta dolar AS yang didapatkan dari investor dalam 29.646 BTC dengan rata-rata $21.925 per koin. MicroStrategy saat ini memiliki 70.470 Bitcoin, menghabiskan $1.125 miliar untuk membeli di harga rata-rata $15.964 per Bitcoin.

Ethereum, koin terpopuler kedua dapat  menjadi lebih menarik bagi investor di waktu dekat. Jaringan Ethereum 2.0 yang baru saja diluncurkan, dimana konsensus dapat didapatkan dengan staking. Hal ini dapat memberikan pendapatan pasif kepada token holder dan memberikan reputasi kepada Ethereum dan pendirinya Vitalik Buterin, sehingga kita dapat mengharapkan masuknya dana yang signifikan ke dalam blockchain baru sepanjang tahun depan.

DeFi

Decentralized Finance sudah menjadi industri yang fenomenal di tahun 2020. Kapitalisasi dari industri ini sudah berkembang belasan kali lipat dan ide serta teknologi sudah mulai diaplikasikan ke berbagai perusahaan raksasa di industri keuangan. Namun, seperti yang telah dilihat oleh banyak representatif komunitas cryptocurrency, DeFi masih belum terlihat dewasa dan membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha lagi dalam aspek teknologi, reputasi dan keamanan.

Baca juga : Apa itu Decentralized Finance (DeFi) ?

Forrester sudah meluncurkan laporan mengenai dampak negatif dari industri decentralized finance pada pengembangan blockchain perusahaan. Perkembangan DeFi di 2020 telah menyebabkan aktivitas yang dipertanyakan di jaringan publik seperti Ethereum dan sekarang beberapa perusahaan sangat meragukan dampak blockchain pada industri keuangan. Laporan Forrester mengatakan bahwa  “Fenomena ini telah mengaitkan kembali blockchain publik dan cryptocurrency dengan Wild West dan oleh karena itu akan terus mengasingkan pembuat keputusan tentang kepatuhan dan resiko lainnya.”

Berdasarkan hal ini, kita dapat mengharapkan lompatan maju dari perusahaan keuangan besar dan blockchain yang dapat menawarkan keterampilan, pengalaman dan anggaran untuk teknologi muda yang masih berkembang. Namun, terlepas dari skeptisisme yang ada, kebanyakan bisnis masih melihat adanya potensi besar di industri ini dan akan mencoba untuk mengimplementasikan produk DeFi yang berkualitas baik.

Kyle Thomas, CEO dari Provide – perusahaan vendor blockchain yang bekerjasama dengan SAP dan  Coke One North America memberitahu CoinTelegraph bahwa organisasi mereka akan melihat public blockchain dengan cara yang sama mereka melihat internet dalam jangka waktu dekat. “Banyak pembagian pikiran yang diperebutkan saat “perusahaan DeFi” semakin menjadi nyata setiap harinya.”

Setuju dengan Thomas, Kevin Fen yang merupakan ahli cybersecurity PwC dan mantan COO dari VeChain, perusahaan blockchain, mengatakan bahwa ketika industri DeFi mungkin menyerupai lonjakan ICO di 2017, hal yang membuatnya berbeda adalah DeFi membuktikan adanya potensi yang bagus oleh blockchain untuk digunakan di industri keuangan.

“Jika kita melihat DeFi dari sisi yang lain, maka dapat dilihat bahwa blockchain dapat digunakan di sektor keuangan dan tidak cukup jika hanya digunakan sebagai implementasi kasus di perusahaan blockchain.”

Prospek perkembangan industri DeFi oleh bisnis besar dikonfirmasi oleh berita terbaru. xSigma, perusahaan publik besar, mengumumkan peluncuran dari produk decentralized finance pertamanya. DeFi xSigma merupakan projek blockchain R&D lab yang dibuat oleh ZK International, perusahaan publik (NASDAQ:ZKIN). Pada tahun depan, tim mereka berencana untuk meluncurkan DEX (Decentralized Exchange) untuk memperdagangkan stablecoin. Dan pada 2022, xSigma akan meluncurkan stablecoin dollar.

Blockchain sendiri sudah digunakan oleh Amazon, BNP Paribas, Anheuser-Busch Inbev, Citigroup, CVS Health, Facebook, Google, Hewlett Packard, IBM, JPMorgan Chase dan ratusan perusahaan besar lainnya. Saat ini merupakan waktu untuk decentralized finance  yang sudah mendapatkan perhatian dari beberapa perusahaan.

Berita tersebut dengan sempurna mendemonstrasikan pertumbuhan minat dari modal besar tidak hanya untuk decentralized finance namun juga ke seluruh industri cryptocurrency termasuk teknologi blockchain. Meskipun sebelumnya Bitcoin merupakan sesuatu yang identik dengan kriminal atau negara dengan ekonomi lemah, sekarang Bitcoin sudah masuk ke ranah perusahaan. Perusahaan besar menghargai manfaat dari teknologi desentralisasi tidak hanya dalam bentuk investasi namun juga sebagai instrumen dengan potensi besar untuk pengembangan. Dengan demikian, adopsi crypto global tidak hanya menjadi peristiwa yang paling diantisipasi pada 2021, tetapi juga satu-satunya hasil logis yang sudah terlihat jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *