Perbedaan Potensi Market Size Bitcoin VS Blockchain Smart Contract Platform

Dengan banyaknya crypto yang mencapai harga tertingginya di bulan Januari 2021, mulai muncul beberapa pertanyaan seperti :

Apa sih beda Bitcoin dengan crypto lainnya ?

Mungkinkah blockchain selain Bitcoin seperti Ethereum memiliki marketcap lebih besar daripada Bitcoin ?

Apakah hanya akan ada 1 blockchain platform (selain Bitcoin) yang menguasai pasar ?

Inilah beberapa jawabanya :

Bitcoin = Store of Value, Yang lainnya = Yang lainnya

Bitcoin mendisrupsi store of value, ya blockchain yang satu ini tugasnya memang dikenal hanya satu yang itu menjaga Bitcoin sebagai “sound money” atau “hard money” tugasnya hanya satu ini. Bitcoin memang bisa menjadi alat pembayaran atau currency, tetapi karena nilainya saat ini masih naik turun dalam range tinggi, nampaknya sekarang belum bisa menjadi alat pembayaran.

Bagaimana dengan blockchain atau crypto lain seperti Ethereum, Tron, Vexanium, Cardano dan lain-lainnya ?

Blockchain platform selain Bitcoin mendisrupsi industri finansial (dengan decentralized finance), industri properti (dengan konsep fractional property), art (fractional art ownership), marketplace (peer to peer), derivative, semua yang bisa ditokenisasi (baik itu tangible, intangible asset), decentralized website / domain, decentralized KYC, antitrust, social media, decentralized search engine dan sebagainya.

Market Size Store of value VS Derivative

Bitcoin memiliki fungsi paling baik di store of value, karena sifatnya yang scarce atau langka dan kelangkaannya bisa diverifikasi, menjadikannya lebih menarik daripada emas yang kelangkaannya tidak bisa diverifikasi.

Sedangkan salah satu yang didisrupsi blockchain platform lain yang merupakan smart contract platform, adalah derivative, derivative adalah kontrak antara 2 pihak yang menderive valuenya dari performa underlying asset, index atau entitasnya.

Bagaimana perbedaan market size store of value dibandingkan derivative ? bisa dilihat di visual capitalist

market cap Bitcoin
Market Size Gold sebagai store of value

Sedangkan market size derivative :

Ya dalam hal derivative saja, perbedaan market sizenya jauh sekali

Gold : 10,9 Triliun USD

Derivative : 11,6 triliun USD + 558 triliun + 1 quadriliun USD.

Belum termasuk market size dari industri finansial, properti dll.

Sifat layanan borderless VS locally regulated

Bitcoin, seperti halnya layanan peer to peer Bittorent, sepanjang 2 atau lebih pihak setuju untuk menggunakannya, tidak ada yang bisa melarang. Bittorent dinyatakan ilegal di banyak negara, tetapi tidak bisa di banned.

Bagaimana dengan blockchain platform lain yang mendisrupsi layanan finansial, properti, stablecoin, atau industri lainnya ? bisa memiliki regulasi yang diatur secara lokal dan berbeda-beda di tiap negara.

Misalnya ?

Ijin stablecoin akan berbeda-beda untuk setiap negara. Saat ini memang belum jelas, tapi bagaimana dengan beberapa tahun lagi ?

Aset yang ditokenisasi, misalnya tokenized property, bagaimana legalitasnya di mata hukum ? saat ini di banyak negara belum diatur, tetapi kita perlu menunggu beberapa tahun lagi untuk melihatnya diatur secara lokal di tiap negara. Misalnya MakerDAO memiliki roadmap untuk melakukan onboarding realworld asset, bekerjasama dengan platform tokenisasi property blocksquare yang membuat platform white label tokenized propery, kenapa white label ? karena 1 platform saja tidak cukup untuk melayani regulasi property yang berbeda-beda di banyak negara.

Use case blockchain platform selain Bitcoin yang bisa diregulasi secara lokal ini membuat perkembangan use casenya terkesan lambat dibandingkan Bitcoin.

Winners take all market VS many winners

Apakah hanya akan ada 1 pemenang saja ?

Kalau di store of value, kemungkinan hanya akan ada 1 Bitcoin.

Ethereum, bisa saja menjadi store of value karena EIP 1559 yang menjadikannya deflationary asset yang mungkin akan diterapkan di pertengahan 2021, tetapi tidak ada yang tahu.

Bagaimana dengan blockchain platform ? apakah akan hanya ada 1 pemenang ?

Saya melihatnya begini, industri finance adalah salah satu yang paling akan terdisrupsi karena blockchain, dan kita lihat sendiri pemain industri finance ada sedemikian banyak. Perbankan sendiri, di Indonesia memiliki lebih dari 40 saham bank yang listing di bursa efek, dan semuanya profitable (syarat listing di bursa adalah harus profitable selama +/- 2 tahun terakhir).

Dengan begitu besarnya potensi pasar finansial, akan memungkinkan lebih dari 1 pemain untuk bisa bersaing di blockchain platform, bisa jadi pemenang terbesar yang menguasai market share hanya akan ada beberapa tetapi banyak pemain menengah dan kecil lainnya yang bertahan dan profitable, karena sifat industri finansial yang scattered. Pemain-pemain yang ada juga tidak semuanya mengambil 1 jalur yang sama, bisa juga berbeda-beda, bisa jadi ada yang fokus di platform saja, ada yang fokus di layanan tertentu kepada end user, atau fokus di niche market tertentu.

Melihat industri dan market blockchain di 2021 ini di mana banyak big player dari industri konvensional belum masuk ke industri blockchain, rasanya kita belum bisa menyimpulkan bahwa hanya akan ada 1 atau 2 pemenang saja. Seperti halnya internet di tahun 1999 – 2005 pemenangnya adalah Yahoo di kategori web app, siapa sangka di 2021, Yahoo sudah tidak ada, digantikan oleh mobile app yang dimenangkan oleh on demand app (Gojek, Uber) dan social media seperti Instagram.

Apakah Anda memiliki pendapat yang berbeda ?

Informasi blockchain lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *