Peranan Blockchain Dalam Industri Medis, Rumah Sakit Layanan Kesehatan

Banyak orang yang berpikir bahwa blockchain selalu saja dikaitkan dengan bitcoin. Padahal, teknologi blockchain banyak digunakan oleh industri-industri besar. Alasan beberapa industri memanfaatkan teknologi blockchain adalah teknologi ini memiliki informasi penyimpanan yang akurat dan aman. Proteksi perlindungan data yang bagus dibutuhkan untuk melindungi data keuangan perusahaan.

Lalu apakah industri kesehatan, rumah sakit, media juga menggunakan blockchain? Beberapa negara sudah menggunakan teknologi ini dalam industri kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang peranan teknologi blockchain dalam industri sektor kesehatan. Mengapa pemanfaatan teknologi blockchain sangat dibutuhkan dalam industri layanan kesehatan? Mari kita ulas secara mendalam informasi berikut ini!

Inovasi Blockchain Dalam Industri Kesehatan

Menurut salah satu peneliti, fungsi teknologi blockchain di dalam dunia industri kesehatan selama dua dekade ini sama saja dan tidak ada perubahan. Ia berpendapat bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi.

Namun, banyak orang yang menyangkal pernyataan ini dikarenakan industri kesehatan memiliki banyak tenaga medis dengan pendidikan tinggi dan cerdas sehingga tidak mungkin jika mereka tidak bisa berinovasi. Inovasi yang dimaksud peneliti ini bukanlah istilah inovasi pada umumnya. Ia berpendapat bahwa rumah sakit tersebut memiliki inovasi vertikal yang penuh tetapi memiliki inovasi horizontal yang tertinggal.

Jadi, Apa Perbedaan Inovasi Vertikal Dan Horizontal?

Yang dimaksud inovasi vertikal dalam industri kesehatan adalah inovasi yang diaplikasikan untuk bidang tertentu. Sebagai contoh, dunia sedang diguncang pandemik virus Covid-19. Maka layanan kesehatan berinovasi membuat obat penangkal, vaksinasi dan antivirusnya. Contoh lainnya rumah sakit berinovasi membuat metode alat pemeriksaan dan alat operasi yang canggih untuk meringankan tenaga medis dalam melakukan observasi dan tindakan terhadap pasien.

Berbeda dengan inovasi vertikal yang hanya dapat dioperasikan dengan para staf di bidang tertentu, inovasi horizontal dapat diadopsi dan diterapkan pada semua orang. Di dalam layanan kesehatan, para staf dan manajemen kurang memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan yang lain seperti halnya administrasi pembayaran listrik, internet dan penyimpanan riwayat data perusahaan dalam cloud computing.

Itulah yang dinamankan inovasi horizontal. Layanan kesehatan kurang fokus dalam meningkatkan layanan inovari horizontal ini.

Penggunaan Blockchain Dalam Inovasi Layanan Horizontal Pada Layanan Kesehatan

Kita akan mengulas kembali tentang definisi singkat blockchain dalam layanan kesehatan. Blockchain merupakan sekumpulan riwayat catatan pribadi yang dirangkai dalam satu kelompok komputer tetapi serangkaian data dalam buku besar ini hanya dimiliki oleh satu entitas saja.

Pada setiap blok data ini akan diikat dan diamankan antar satu dengan lainnya dalam prinsip kriptografi (misalnya chain)

Alasan Blockchain Digunakan Dalam Teknologi Administrasi Dan Keuangan Industri Kesehatan

Blockchain sudah diterapkan dan diaplikasikan oleh beberapa industri di negara-negara lainnya. Jika teknologi blockchain diaplikasikan dalam industri dan layanan kesehatan maka teknologi memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

  • Teknologi ini bersifat terdesentalisasi. Jadi, data yang disimpan tidak hanya dimiliki satu entitas saja melainkan tersebar dalam satu kelompok komputer.
  • Data dapat disimpan secara kriptografis.
  • Sistem yang ada di dalam blockchain tidak dapat diubah. Jadi, tidak ada orang lain yang berusaha mengubah, merusak atau mencuri data yang ada di dalam blockchain sehingga aman diaplikasikan untuk pengelolaan administrasi rumah sakit.
  • Karakteristik blockchain yang bersifat transparan, sehingga orang lain dapat melacak data jika mereka menginginkannya. Untuk itu, ini perlu diamankan dengan suatu password atau fitur lain jika orang lain tidak ingin melacaknya.

Penggambaran Konsep Desentralisasi Dalam Sistem Blockchain Itu Sendiri

Data-data yang diarsipkan tidak berada dalam satu penyimpanan terpusat melainkan ada di beberapa komputer yang memiliki data salinan di dalam blockchain. Sebagai contoh, data kemungkinan dapat disimpan secara online dalam aplikasi perusahaan yang bisa diakses orang lain dengan username dan password tertentu. Jadi, tak ada sumber tunggal yang bertanggung jawab atas pengolahan data karena prinsipnya menyebar antar blok.

Interoperabilitas Dalam Layanan Dan Industri Jasa Kesehatan

Interoperabilitas merupakan interaksi antar aplikasi yang dihubungkan dengan protokol melalui berbagai jalur aplikasi seperti HTTP, IP/TCP dan XML. Database rumah sakit atau klinik biasanya dapat diakses secara online yang terhubung dengan server dinas atau rumah sakit lainnya.

Rantai Pasokan / Supply Chain Rumah Sakit Dapat Dikelola Secara Canggih Dan Andal

Rumah sakit perlu informasi yang cepat dan akurat dalam melacak laporan pasokan obat-obatan. Teknologi blockchain dapat diaplikasikan dengan cara melihat riwayat pasokan obat mulai dari bagaimana cara obat itu diracik dan ke mana saja obat itu didistribusikan. Dengan adanya verifikasi laporan tentang riwayat pasokan obat, industri kesehatan terhindar dari pemalsuan obat yang diklaim oleh pihak tak bertanggung jawab.

Aplikasi dari teknologi blockchain ini adalah perangkat IoT. Fungsi dari perangkat ini adalah untuk mengukur temperatur ruangan penyimpanan obat serta melacak pengiriman obat sampai dikonfirmasi oleh penerima. Jadi, teknologi blockchain dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas obat.

Pelindungan Khusus Dari Masalah Penipuan Asuransi

Teknologi blockchain merekam semua riwayat pembayaran dengan lengkap. Penyimpanan data ini bisa digunakan sebagai bukti valid jika pihak rumah sakit hendak ditipu oleh asuransi palsu.

Contohnya, asuransi palsu menagih suatu pembayaran pada pihak rumah sakit atas pasien A. Pihak rumah sakit dapat menyesuaikan informasi yang didapatkan dari  asuransi palsu dengan informasi perangkat rumah sakit. Apabila terdapat pembiayaan yang tidak sesuai atau tidak pernah terjadi, maka pihak rumah sakit dapat mempertanggungjawabkan asuransi palsu itu pada pihak berwajib atau hukum.

Blockchain Sebagai Indikator Percobaan Klinis

Teknologi Blockchain dapat digunakan sebagai alat pengukuran bahwa obat yang sedang diuji cocok dengan pasien apa tidak. Tindakan ini bukan termasuk tindakan malapraktik. Tenaga medis sudah mempertimbangkan segala efek samping jika dikonsumsi tidak sesuai anjuran pemakaian.

Yang dimaksudkan uji coba adalah untuk menyesuaikan riwayat identitas obat dengan riwayat pasien yang sudah diperiksa dengan menggunakan sistem aplikasi elektronik atau digital. Hal ini bisa dianalisa dengan menggunakan teknologi ini tetapi pemeriksaan medis secara manual tetap digunakan.

Namun, beberapa pihak rumah sakit mengalami permasalahan dalam menggunakan sistem teknologi Blockchain ini. Anda bisa menyimak beberapa keterbatasan fungsi dari teknologi Blockchain diantaranya:

Permasalahan Dalam Identifikasi Pasien

Salah satu permasalahan yang dikaji oleh peneliti adalah masalah identifikasi. Dari kasus yang sudah diobservasi, belum ada program identifikasi layanan kesehatan yang diakui secara universal. Oleh karena itu, organisasi-organisasi terkait seperti HIMSS and CHIME sedang mengembangkan teknologi blockchain yang aman untuk mengidentifikasi pasien selama dua dekade sebelumnya.

Dalam uji coba pengembangan teknologi identifikasi pasien, program teknologi identifikasi pasien pernah melakukan kegagalan, seperti salah menganalisa suatu penyakit. Kesalahan analisa dapat menimbulkan dampak yang fatal seperti salah dalam tindakan dan pengobatan.

Contohnya, adanya ketidakcocokan informasi yang ditampilkan EHR dalam menunjukkan catatan riwayat kesehatan pasien elektonik atau digital.

Informasi lainnya : blockchain di Indonesia

Shaun Grannis – seorang direktur Pusat Biomedis Informatika (CBMI) mengatakan bahwa catatan informasi pasien sangat penting. Hal ini untuk menyesuaikan dengan perawatan tindakan medis. Ia mengambil contoh lima pasien dengan perawatan medis yang sama. Namun, saat kelima pasien tersebut direkam menggunakan teknologi blockchain, setengah dari kelima pasien tersebut hasilnya tidak cocok.  

Pemblokiran Informasi Dalam Layanan Kesehatan

Pemblokiran informasi memang adalah tindakan ilegal. Dengan adanya dampak dari penggunaan teknologi blockchain, terkadang oknum-oknum tidak bertanggung jawab melakukan pemblokiran informasi dari industri-industri termasuk layanan kesehatan. Masalah ini berdampak pada sistem pengelolaan manajamen rumah sakit, antara lain:

  • Dapat menimbulkan terjadinya gangguan seperti pertukaran data pribadi pasien dan catatan riwaya pasien.
  • Kesulitan dalam mengakses data sehingga tidak bisa mengidentifikasi data riwayat kesehatan pasien dengan mudah.
  • Pencurian data yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab demi keuntungan diri sendiri.

Dalam tahan penelitian kasus ini, blockchain masih belum menunjukkan fungsi yang efektif untuk mempermudah mobilitas sistem pengelolaan manajamen layanan kesehatan berbasis IT.

Oleh karena itu, pemblokiran informasi layanan kesehatan dapat diatasi dengan berbagai hal jika sudah telanjur terjadi:

  • Meningkatkan prinsip transparansi dengan pasien dengan mencatat riwayat pasien secara manual terlebih dahulu. Lakukan perekaman medis secara berkala sehingga jika terjadi masalah dapat dipertanggung jawabkan.
  • Membangun kerjasama yang baik antara pihak IT kesehatan, manajemen rumah sakit dan badan resmi kesehatan lain di bidang informasi dan penggunaan elektronik.

Terkait dengan permasalahan yang sedang dialami oleh pihak layanan kesehatan, peneliti berusaha menemukan solusi tentang jenis teknologi blockchain yang cocok untuk beberapa industri terutama untuk layanan kesehatan dan klinik.

  • Permasalahan Pada Penyesuaian Data

Seperti kasus yang dialami salah satu rumah sakit di Amerika Serikat, beberapa rumah sakit berminat untuk menerapkan teknologi Blockchain. Namun, pengadopsian ini mengalami masalah dalam penyesuaian. Teknologi Blockchain harus disesuaikan dengan standar regulasi data, misalnya HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability) of 1996.

Regulasi ini memiliki standard dalam pembagian ukuran dalam penyimpanan data layanan kesehatan. Oleh karena itu, layanan kesehatan rumah sakit perlu membuat sistem blockchain tersendiri agar dapat persetujuan dari peraturan standar regulasi data.

  • Masalah Kecepatan Dan Biaya Awal

Tenaga blockchain terkadang mengalami kendala dalam hal kecepatan. Sistem pendistribusian biasanya lebih lamban daripada sistem tersentralisasi karena sistem tersentralisasi biasanya menerapkan sistem transaksi per detik. Sistem desentralisasi pada blockchain biasanya membutuhkan waktu yang lebih banyak saat mentransmisi dan mensinkronisasikan sebuah data.

Maka dari itu, teknologi blockchain terkadang menjadi pertimbangan utama bagi rumah sakit yang memiliki kapasitas database yang besar. Hal ini disebabkan rumah sakit besar memiliki jutaan pasien sehingga butuh biaya awal yang besar. Biaya rumah sakit akan lebih mahal apabila memiliki file gambar yang besar, misalnya MRI Scan atau computed tomography. Tapi kembali lagi pada kualitas. Biaya rumah sakit yang mahal sebanding dengan kualitas pelayanan dan fasilitas teknologinya.

Baca juga : Manfaat Blockchain Untuk UKM

Blockchain private Dan public

Dua teknologi ini tergolong sama-sama blockchain sehingga dua sistem ini terhubung ke dalam jaringan peer-to-peer yang memberikan fasilitas ekosistem atau jaringan komunitas terdesentralisasi. Tapi, teknologi ini tidak dapat diintegrasikan dengan sinkronisasi sistem protokol konsensus.

Perbedaan Blockchain Publik/Umum Dan Blockchain Pribadi/Privat

Setelah kita mengenalkan hubungan blockchain pribadi dan blockchain umum, mari kita kenalkan perbedaan dari kedua jenis blockchain ini.

Blockchain umum biasanya sering dikenal dengan program mata uang virtual, contohnya bitcoin, ethereum, dan lain-lainnya. Anda mungkin bertanya-tanya apakah jasa layanan kesehatan mendapatkan semua manfaat dari blockchain? Benar, tetapi tidak semuanya.

Mengingat blockchain publik atau umum memiliki kelemahan di bidang penyimpanan. Seperti yang anda ketahui bahwa bitcoin memiliki kapasitas penyimpanan kurang dari 1MB per bloknya. Jadi, blockchain jenis ini tidak cocok untuk lembaga kesehatan yang hendak menyimpan data transaksi, dan lain-lain. Kelemahan yang kedua adalah memicu permasalahan latensi dimana waktu yang dibutuhkan dari pengirim ke penerima sangat lama karena membutuhkan 10 menit untuk dikonfirmasi dalam sistem blok.

Jadi, blockchain publik tidak cocok digunakan untuk layanan kesehatan karena mereka harus mengeluarkan banyak biaya untuk memanggil jasa pemecah algoritma konsensus. Algoritma konsensus merupakan algoritma khusus uang digital pertama kali yang dirancang oleh Proof of Work (PoW) yang berisi teka-teki dan kode.

Lalu, Apa Yang Dimaksud Blockchain Pribadi?

Blockchain pribadi atau blockchain privat  merupakan jaringan teknologi yang tidak terbuka untuk semua orang. Untuk menjadi member atau berpartisipasi dalam teknologi blockchain jenis ini, anda harus mendapatkan izin terlebih dahulu. Oleh karena itu, blockchain yang merupakan jenis privat atau pribadi ini biasanya disebut dengan blockchain yang diizinkan atau dilegalkan. Inilah yang biasa digunakan banyak industri termasuk layanan kesehatan.

Pengaplikasian Blockchain Pribadi Dalam Layanan Kesehatan

Sebelum mengaplikasikan blockhain pribadi dalam layanan kesehatan, anda perlu menentukan persyaratan apa saja yang berhak berpartisipasi dalam teknologi ini, diantaranya:

  • Siapa saja yang berhak berpartisipasi dalam ekosistem atau member? Misalnya para staf rumah sakit yang berhubungan dengan manajemen administrasi layanan kesehatan.
  • Pengelolaan otoritas apa saja yang dijalankan? Salah satu contohnya adalah tugas atau wewenang yang harus dilaksanakan sesuai petugas masing-masing di rumah sakit. Tugas-tugas ini biasanya saling terhubung antar staf administrasi, manajemen dan pasien itu sendiri.  
  • Konsorsium yang berarti gabungan dari para pengusaha untuk mengelola suatu proyek. Dalam hal ini, teknologi blockchain berperan penting dalam industri layanan kesehatan untuk mengintegrasikan rumah sakit dengan dinas kesehatan, puskesmas atau layanan kesehatan pusat.

Fitur-Fitur Yang Ditawarkan Dari Fungsi Blockchain Dalam Layanan Kesehatan

Karena blockchain pribadi tergolong teknologi yang aman dan legal, maka teknologi ini juga memudahkan layanan rumah sakit dengan menawarkan fitur-fitur, seperti:

  • Transaksi keuangan dapat dilakukan lebih cepat tanpa masalah latensi.
  • Keamanan terjamin sehingga melindungi data dari tangan-tangan oknum tak bertanggung jawab, seperti hacker atau peretas.
  • Privasi diutamakan, tentunya dokumen keuangan agar tidak diketahui oleh orang luar yang berniat buruk.

Kesimpulan Akhir Dari Penelitian Peranan Blockchain Dalam Layanan Kesehatan

Penerapan teknologi blockchain dalam layanan kesehatan memang memiliki batasan, seperti pemblokiran informasi, pencurian data oleh oknum tak bertanggung jawab, cyber crime, pembiayaan yang relatif mahal dan manipulasi data untuk kepentingan pribadi.

Namun, terlepas dari semua keterbatasan itu, teknologi ini sangat dibutuhkan oleh layanan rumah sakit di masa depan. Kita tidak akan pernah tahu penyakit apalagi yang akan datang di masa depan sehingga teknologi menjadi satu-satunya solusi untuk pencegahan. Sebagai contoh, meluasnya wabah virus Covid-19 menjadi alasan betapa pentingnya teknologi ini untuk mempercepat pelayanan pasien yang semakin meningkat.

Dari penjelasan diatas, ternyata peranan Blockchain tidak hanya dibutuhkan oleh layanan kesehatan saja tetapi oleh industri lain yang membutuhkan mobilitas tinggi. Namun, anda juga harus selektif sebelum berpartisipasi menggunakan teknologi ini.

2 thoughts on “Peranan Blockchain Dalam Industri Medis, Rumah Sakit Layanan Kesehatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *