Belajar Blockchain di Indonesia

Mengenal 3 Jenis Token Crypto

Jenis Aset Digital Token Crypto

Sudah lebih dari 1 dekade sejak blockchain pertama kali digunakan untuk aset digital, Bitcoin. Sejak itu, dunia mulai menyadari konsekuensi dan kemungkinan yang lebih luas terjadi ketika teknologi menghadirkan cara baru untuk mencari investasi, mengumpulkan modal untuk projek dan bahkan mengurangi resiko dari sisi regulasi. Tetapi sebagai crypto baru, cryptocurrency, alt coin dan token lainnya di desain untuk memecahkan permasalahan yang spesifik di dunia nyata, perbedaan signifikan dalam tujuan dan karakteristik dari token ini menjadi semakin jelas. Penggunaan dan fungsionalitas dari token tersebut dapat sangat bervariasi dan sebagai hasilnya, klasifikasi dasar dibutuhkan untuk membedakan cara produk ini digunakan dan diregulasi.

Framework yang jelas telah ditetapkan untuk membantu membedakan penawaran kegunaan dari token-token ini. Pemikiran dari pemimpin dan badan pengatur regulasi secara umum telah menyimpulkan bahwa 3 klasifikasi token adalah sesuai saat menangani aset digital. Pada 2018, regulator Swiss, FINMA, mengambil tindakan untuk mengembangkan kriteria yang konkrit untuk menentuan panduan dan parameter dalam membuat perbedaan.

Mengikuti arahan dari FINMA, pihak lain umumnya menerima standard ini di industri. Sebagai hasilnya, konsensus yang berada di seluruh dunia telah berkembang dan sekuritas digital (atau yang lebih dikenal sebagai cryptocurrency) telah terbagi menjadi beberapa kategori yaitu payment token, utility token, dan aset token.

Berikut adalah pemaparan lebih detail mengenai token-token tersebut mencakup karakteristik spesifiknya, hak berbeda yang dimiliki, bagaimana mereka di regulasi dan mekanisme transfer masing-masing token. Sementara ketiga jenis token tersebut dimungkinkan oleh teknologi blockchain, setiap jenis token pada dasarnya berbeda.

Payment Token atau Token Pembayaran

Token ini sederhananya merupakan bentuk dari mata uang digital dan berlaku sebagai medium untuk pertukaran dan tempat menyimpan nilai. Sifat matematika dan mekanisme tata kelola digunakan untuk menghasilkan unit baru dan memverifikasi transfer unit. Kategori ini di desain untuk menjadi tipe token yang paling sederhana di antara 3 tipe token yang ada. Value dari payment token ditentukan hanya dari supply dan demand. Harga tersebut hanya akan menjadi penanda fungsi dari seberapa banyak yang diinginkan pembeli dan seberapa banyak yang dijual oleh penjual. Tentu saja, dengan harga token yang semakin naik maka jumlah user dari token tersebut juga semakin banyak, dan begitu juga sebaliknya. Di sisi supply, jika lebih banyak token yang dikeluarkan maka harganya akan turun, dan begitu juga sebaliknya.

Bitcoin dan cryptocurrency lain diciptakan berdasarkan ide dimana pasar yang ada bebas dari campur tangan yang ada sebelumnya dan anonimitas dari pengguna harus dihormati. Payment token dikode sedemikian rupa supaya mereka dapat beroperasi secara independen dan bebas dari otoritas pusat. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk memberlakukan regulasi untuk menghambat kegiatan transfer mereka.

Mike Crapo, Senat US dan juga merupakan Chairman Senate Banking Committee mengatakan bahwa Jika AS harus memutuskan maka AS tidak ingin cryptocurrency ada di AS dan mencoba melaranganya dan ia yakin bahwa AS tidak dapat berhasil dalam hal itu karena cryptocurrency merupakan inovasi global.

Utility Token atau Token Utilitas

Utility token merupakan aset digital yang memungkinkan holder nya berinteraksi dengan dan mendapatkan utilitas dari sebuah platform. Utility token tidak diciptakan sebagai investasi, token tersebut tidak menyediakan hak kepemilikan di underlying projek dan juga tidak memberikan holder kemampuan untuk mengontrol bagaimana keputusan di entitas underlying dibuat. Mereka hanya memungkinkan holdernya untuk berinteraksi dengan layanan yang disediakan oleh entitas itu.

Utility token dapat digunakan untuk mengakses penyimpanan data jaringan, untuk memproses data tertentu melalui algoritma spesial atau untuk bermain video game. Terdapat banyak kegunaan dan kemungkinan untuk digunakan lebih lagi.

Cara paling mudah untuk mengerti klasifikasi ini adalah dengan membandingkan token tersebut dengan token yang Anda dapat di taman bermain. Ketika kita tumbuh dewasa, kita akan pergi ke taman bermain dan membayarkan uang tunai di gerbang masuk untuk mendapatkan beberapa koin emas yang dapat digunakan untuk bermain di atraksi yang ada. Ketika kita ingin masuk ke dalam satu atraksi, kita hanya perlu memberikan koin tersebut ke penjaga yang ada, meskipun koin tersebut tidak memiliki nilai tunai namun koin tersebut memberikan kita hak untuk melakukan apa yang kita inginkan.

Utility token berfungsi dengan cara yang sama token yang kita dapat di taman bermain tersebut. Membeli koin sama sekali tidak memberi kita hal untuk memberitahu managemen taman bermain tersebut atraksi apa yang harus dimiliki, berapa biaya yang seharusnya mereka kenakan atau siapa yang harus mereka pekerjakan. Koin-koin ini juga tidak memberi kita bagian dari profit yang mungkin ada di akhir hari. Koin tersebut hanyalah cara tertentu untuk mendapatkan penggunaan layanan tertentu.

Utility token dapat dan sudah digunakan untuk mendanai kreasi dari projek. Di sinilah investor harus lebih berhati-hati. Terkadang, utility token sudah diciptakan sebagai voucher pre-paid untuk layanan yang disediakan oleh kreasi dari projek tersebut atau infrastruktur. Hal yang sering terjadi adalah promotor telah menjual token tapi tidak berusaha untuk mengembangkan apa yang sudah mereka promosikan.

Nilai dari utility token juga didorong oleh supply dan demand sederhana dan mengandalkan keyakinan penggunanya untuk mempertahankan nilai. Umumnya, transferabilitas dikendalikan dengan cara yang sama seperti payment token. Hal ini tentu bervariasi pada setiap kasus yang terjadi dan terkadang KYC dan AML mungkin diberlakukan. Secara umum, tingkat regulasi di utility token berada pada level minimal dan berada di antara level payment token dan security token. Bergantung pada yuridikasi, beberapa tingkat perlindungan mungkin dibutuhkan tetapi tidak banyak.

Security Token

Asset token atau yang lebih sering dikenal dengan security token. Token ini ditautkan dan merupakan klaim ekonomi untuk aset di dunia nyata. Holder security token berhak atas hak-hak dan hak istimewa dari underlying property yang ada. Hal ini tentu dapat mencakup distribusi pendapatan, hasil dari penjualan aset, dividen atau spin-off. Holders mungkin berhak untuk memberikan suara pada pengelolaan aset atau memiliki kemampuan untuk menuntut rincian biaya dari setiap event yang terjadi. Hampir semua yang berharga baik itu real estate, komoditas, seni, kekayaan intelektual, instrumen pendapatan tetap atau apa saja – dapat digunakan sebagai jaminan untuk security token.

Salah satu pemahaman utama dari security token adalah harga token ini berinteraksi dengan nilai aset yang mendasarinya. Misalkan ada security token yang terkait dengan satu ons emas. Jika harga emas di exchange adalah $1.000 per ons maka harga teoritis dari token seharusnya adalah $1.000. Jika harga emas naik $50 maka, harga token juga akan mengalami kenaikan yang sama.

Standar yang tinggi berlaku di banyak tahapan termasuk di proses penciptaan dan transfer token. Token ini hanya dapat diluncurkan setelah memenuhi aturan hukum yang ketat dan rintangan kepatuhan, dimana hal ini memberikan user umum proteksi dari investor yang diamanatkan oleh otoritas pemerintah. Jika hukum yang berlaku tidak diikuti, maka emiten dan investor dapat dikenakan pidana atau hukuman lainnya.

Anda mungkin juga pernah mendengar yang namanya Alt-coin. Istilah ini merupakan singkatan dari alternative coin dan berarti bahwa token tersebut merupakan alternatif dari Bitcoin. Karena dominasi posisi pasar dan meraih popularitas karena merupakan cryptocurrency pertama yang ditawarkan, Bitcoin umumnya digunakan sebagai sebutan umum untuk semua token. Alt-coins merupakan platform sederhana yang menawarkan token di blockchain seperti yang dilakukan juga oleh Bitcoin. Selain perbedaan mereka dari Bitcoin, Alt-coin sebenernya tidak menyiratkan banyak hal lain. Alt-coin secara teoritis dapat digunakan sebagai payment, utility atau security token meskipun alt-coin di pasar saat ini paling banyak digunakan sebagai payment token.

Tipe TokenPaymentUtilitySecurity
ContohBitcoin, EthereumBinance, ChainlinkBitBond, Aspen, St. Regis
KarakterMedium of Exchange,
Store of Value, Menghindari karakter security token
Menghindari karakter security tokenSesuai dengan karakter security
Right/hakHanya klaim terhadap tokenHak penggunaan serviceHak ownership
RegulasiSecara desain sulit diregulasiDiregulasi secara terbatasBanyak diregulasi
TransferabilityTidak ada pembatasanSedikit dibatasiBanyak dibatas termasul AML & KYC, klausanya diembed ke dalam smart contract

Exit mobile version