Mengapa Belum Banyak Pemakaian Blockchain Pada Proses Bisnis ?

Ini adalah pertanyaan yang sering saya dapat.

Katanya teknologi blockchain seperti Vexanium blockchain platform adalah salah satu teknologi yang paling hype selama 10 tahun terakhir.

Tetapi kenapa kita sangat jarang melihat ada proses bisnis yang sudah menggunakan blockchain, kenapa blockchain belum massive digunakan ?

Teknologi Blockchain Sangat disruptif, terlalu disruptif ?

Dalam setiap disrupsi teknologi, pasti ada yang namanya cost of disruption, yang merupakan biaya yang harus ditanggung oleh incumbent atau pemain industri saat ini. Contohnya dalam kasus on demand transport seperti Gojek, Grab, yang menanggung cost of disruption adalah taksi tradisional.

Dalam kasus blockchain bagaimana ? kira-kira siapa yang menanggung cost of disruption ?

Wah ini jawabannya berat dan kompleks. Blockchain bisa menghilangkan middleman, potentially middleman yang bersifat rent seeking atau tidak memberikan value added bagi marketnya. Misalnya siapa ? wah banyak sekali, dengan internet sebelum era blockchain banyak bermunculan marketplace, on demand, bahkan bank termasuk di dalamnya. Cost of disruptionnya sangat besar dan sekarang industri blockchain sedang mencari baby step supaya adopsinya pelan-pelan bisa diterima.

Salah satu contoh adopsi baby stepnya adalah overcollaterized loan di dunia decentralized finance.

Banyak Legal Aspect yang Masih On Progress

Seperti halnya inovasi teknologi baru, banyak hal yang masih unregulated.

Misalnya munculnya decentralized finance (DeFi) yang legal entitynya tidak jelas, namun di govern oleh komunitas, aspek legal tokenisasi yang tidak atau belum diakui secara legal. Memang banyak negara sedang mengkaji hal ini, salah satunya Inggris. Baca : Aspek legal smart contract di UK.

Hal-hal ini membuat setidaknya untuk saat ini, potensi teknologi blockchain belum sepenuhnya ter-unlock.

Dalam beberapa use case, teknologi blockchain membutuhkan kolaborasi banyak pihak

Teknologi blockchain dalam pemanfaatannya (Baca : Kegunaan teknologi blockchain) salah satu use casenya adalah memecahkan masalah trust yang terjadi dalam kolaborasi oleh berbagai pihak yang berbeda. Ini berarti untuk kategori use case seperti ini, jika suatu pihak ingin menggunakan blockchain maka ia harus meyakinkan pihak lain yang terkait, yang mana pihak lain ini bisa saja adalah kompetitornya.

Potensi Blockchain

Memang banyak tantangan dalam teknologi blockchain, namun potensinya juga luar biasa. Teknologi blockchain adalah industri yang berkembang cepat di mana situasi industri blockchain bisa berubah drastis hanya dalam tempo 3 bulan.

Di tahun ini kita lihat di industri blockchain, perkembangan decentralized finance dan decentralized exchange yang luar biasa pesat, juga perkembangan riset central bank digital currency.

Dengan berbagai perkembangan ini nampaknya industri blockchain akan terus maju pesat.

One thought on “Mengapa Belum Banyak Pemakaian Blockchain Pada Proses Bisnis ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *