Masalah Yang Terjadi di DEFI MakerDAO Saat Market Crash

Penjualan besar-besaran crytocurrency yang terjadi di Februari/Maret 2020 sangat brutal untuk semua orang di crypto, di mana kejatuhan harga crypto, bitcoin, ETH dan semuanya, memusingkan holder, stablecoin ternyata menjadi tempat pelarian. termasuk juga stablecoin MakerDAO yang bersifat soft pegged (berarti menargetkan, tetapi tidak menjanjikan 1:1 nilai tukar dengan USD), mengalami hal yang ekstrim, nilainya mencapai $1,1 ketika harga ETH jatuh..

Beberapa orang mungkin mengira bahwa haga DAI, yang dibackup oleh Ether, yang saat itu jatuh nilainya, mengira DAI menjadi lebih bernilai daripada desain awalnya, dan orang mengira ini hal bagus. Tetapi di balik layar, ternyata membawa masalah yang ujungnya project ini meminta bantuan USDC yang adalah centralized stablecoin untuk membantu melakukan bail out.

Apa Yang Terjadi Di DeFi MakerDAO

Hari Kamis Sore saat jaringan Ethereum sedang struggle untuk memenuhi demand dan harga sangat rendah, sistem imunitas MakerDAO berusaha beraksi sendiri.

Jika Anda lihat bagaimana cara kerja MakerDAO, ia memungkinkan semua orang yang memiliki Ether atau BAT untuk menjadi toko gadai dengan menempatkan $150 sebagai jaminan di dalam blockchain untuk setiap $100 yang mereka pinjam..

Saat semua baik-baik saja, peminjam akan membayarkan kembali yang mereka pinjam, ditambah bunga lalu bisa menarik jaminannya. Value yang dihold di blockchain melebihi uang yang dipinjam berarti si peminjam meresa aman dan nyaman.

Di hari biasa, semua baik baik saja, tetapi minggu lalu, semuanya berubah dengan drastis, dengan harga ETH yang jatuh setengah dalam waktu singkat, banyak peminjam yang melihat ternyata kolateral mereka tidak lagi $150 dari $100 DAI yang mereka pinjam.

Ketika hal ini terjadi, MakerDAO memiliki fungsi untuk menghadapi ini, untuk membeli kolateral ETH dan BAT lalu menutup pinjaman, dengan sisa value yang ada dikembalikan ke si peminjam (pemilik jaminan). Biasanya transaksi pelunasan ini akan menghasilkan si peminjam akan kehilangan angka pinjamannya (dilunasi) $100 ditambah liquidation penalty (13%) dan berakhir dengan 37% nilai pinjamannya (atau 25% dari nilai asli jaminannya).

Masalah di Liquidator’s keeper

Jadi kenapa ada orang yang berfungsi sebagai likuidator ? Dari 13% penalti likuidasi, beberapa dialokasikan kepada likuidator, yang disebut sebagai “keeper”. Keeper ini akan berpartisipasi di dalam auction untuk membeli ETH yang ditahan sebagai jaminan dan mendapatkan diskon dari harga pasar, dengan minimal 3% diskon.

Namun yang terjadi minggu lalu sangat berbeda, karena harga gas yang sangat tinggi dikarenakan congestion di jaringan Ethereum, sehingga banyak dari keeper ini tidak bisa berpartisipasi di dalam auction. Sehingga satu keeper yang cerdik membeli jaminan ini seharga $0.

Efeknya adalah, siapapun yang jaminannya under-collaterized tidak menerima 25% dari nilai jaminannya. Mereka tidak menerima apapun.

Hasilnya, kerugian MakerDAO senilai $4,5 juta, hilang dari sistemnya.

Di saat orang-orang kerepotan menutup pinjamannya, mereka menemui para holder DAI yang tidak ingin berpisah dengan stablecoinnya. Dikarenakan ketidakpastian di harga crypto dan juga proses auction yang gagal.

Mengurangi Kerugian Dengan stablecoin dan auction

Beberapa hari kemudian di 16 Maret, tim MakerDAO merespon dengan menambahkan jenis jaminan baru berupa stablecoin USDC.

Apa itu USDC, ? stablecoin yang dibackup dengan dollar di bank dan disupport oleh beberapa crypto company besar seperti Coinbase dan Circle. Karena cukup dikontrol dan bisa diredeem ke USD, harganya cukup dekat dengan $1 di pasar. Ini kabar baik karena nilainya mendekati $1

Untuk mengcover kerugian ini, MakerDAO untuk pertama kalinya menyelenggarakan debt auction dengan menerbitkan MKR token baru.

Auction ini berhasil me-raise 2juta DAI dari 25 bidder dengan harga rata-rata 269 MKR per lot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *