Di KTT G20, China Menyerukan Untuk Menerima Mata Uang Digital Bank Sentral

Presiden China,  Xi Jinping telah mendesak para kepala pemerintahan untuk mengambil sikap terbuka dan akomodatif terhadap mata uang CBDC karena ekonomi global berusaha untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19. Xi berbicara kepada peserta KTT G20 Leader di Arab Saudi. Komentar itu muncul saat China berusaha memposisikan yuan sebagai mata uang cadangan global alternatif untuk dolar AS. Upaya ini adalah salah satu strategi untuk menerjemahkan bobot ekonomi China yang signifikan menjadi pengaruh internasional pada tingkat yang sebanding dengan AS. 

Baca juga : Apa itu decentralized finance (DeFi)

Xi Mendukung CBDC

Dalam pidato yang disampaikan kepada pemimpin dunia yang menghadiri KTT G20, Xi berfokus pada tanggapan dunia terhadap pandemi serta mengaitkannya dengan peningkatan kerjasama dan perluasan ekonomi digital dengan inklusi dan pertambahan ekonomi. Ia juga mengatakan hal ini akan membantu pemulihan dunia dan untuk tujuan ini para pemimpin G2 haru mengambil sikap ramah terhadap CBDC. Selain itu G2 juga perlu membahas pengembangan standar dan prinsip untuk CBDC dengan sikap terbuka dan akomodatif serta menangani berbagai macam resiko dan tantangan secara tepat sambil mendorong secara kolektif pengembangan sistem moneter internasional. Berikut ini isi pidato Xing :

Third, we need to promote the sound development of the digital economy. To address countries' concerns on data security, the digital divide, personal privacy and ethics, we should adopt people-centered and facts-based policies to encourage innovation and build trust. We should support the UN's leadership role in this field, and work together to foster an open, fair, just and nondiscriminatory environment for building the digital economy. Recently, China launched the Global Initiative on Data Security. We may work on that basis and join other parties for discussing and formulating rules on global digital governance. China supports increased dialogue on AI, and proposes a meeting on this in due course to advance the G20 AI Principles and set the course for the healthy development of AI globally. The G20 also needs to discuss developing the standards and principles for central bank digital currencies with an open and accommodating attitude, and properly handle all types of risks and challenges while pushing collectively for the development of the international monetary system.

Pada 2 November, BeinCrypto melaporkan bahwa terdapat lebih dari 300 juta dolar digital yuan yang baru-baru ini diluncurkan telah dihabiskan. Sementara negara-negara lain seperti Bahama dan Kamboja meluncurkan CBDC mereka sebelum China, skala potensial CBDC China – diperkirakan oleh Goldman Sachs untuk mencapai 1 miliar pengguna, total nilai pembayaran tahunan (TPV) sebesar 2,7 triliun dolar dan penerbitan 288 miliar dolar dalam 10 tahun dapat menjadikan China pemimpin dunia de-facto dalam implementasi CBDC.

Internasionalisasi Yuan Digital

Analis telah menunjukkan bahwa dorongan Xi untuk memposisikan Yuan Digital di peluncuran CBDC lebih dari sekedar persaingan teknologi. Sementara China mengontrol 16,4 persen dari GDP global, RMB hanya bertanggung jawab untuk 1,9 persen dari pembayaran global dibandingkan dengan dolar AS yang mengendalikan 79.5 persen menurut SWIFT. Pertumbuhan Yuan Digital diharapkan dapat memperluas porsi pengendalian RMB, meskipun sedikit.

Baca juga : 84 Manfaat Teknologi Blockchain

Sama pentingnya, Yuan digital akan memberi China kesempatan untuk sistem pembayaran global yang tidak bergantung pada jaringan SWIFT. Hal ini tentu akan menawarkan Beijing kesempatan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara yang saat ini berada dibawah sanksi ekonomi yang dipimpin AS seperti Rusia dan Korea Utara sehingga akan membawa mereka lebih dekat lagi ke orbit ekonominya dan dengan demikian mereformasi tatanan politik global. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *