Panduan Decentralized Finance (DeFi) Dalam Teknologi Blockchain

Decentralized Finance merupakan salah satu topik yang sedang ramai dibahas dalam ruang lingkup crypto. Dalam pembahasan kali ini, akan dijelaskan mengenai apa itu Decentralized Finance dan bagaimana cara kerjanya. Untuk itu, simak ulasan berikut sampai tuntas.

Kenapa Decentralized Finance (DeFi) ? Mengenai Pandangan Ekonomi Sekarang

Pasar keuangan tradisional bersifat centralized. Otoritas pusat mengeluarkan mata uang seperti biasa untuk pertumbuhan ekonomi terutama bidang perdagangan, seperti halnya bank dan pemerintah. Selain itu, kendali aset yang dimiliki diberikan ke organisasi keuangan tersentralisasi seperti halnya bank. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi. Jika tidak dilakukan demikian, risiko akan muncul di pusat.

Sepasang Pertanyaan Yang Mendorong Lahirnya DeFi

Pertanyaannya, bagaimana jika pemerintah pusat mencetak lebih banyak uang untuk mengatasi krisis keuangan, namun akan menjadikan boomerang? Seperti contoh, kasus yang ada di Venezuela. Pemerintah mencetak uang secara besar-besaran ketika harga minyak sedang mengalami penurunan. Hasilnya, adanya inflasi sebesar kurang lebih 1.000.000%. Hal itu mengakibatkan keseimbangan ekonomi telah hancur.

Apakah anda menumpuk uang anda pada bank atau lembaga keuangan lainya, dengan memasukkannya ke dalam tabungan, untuk memperoleh keuntungan. Tahukah anda, jika lembaga tersebut menginvestasikan uang ke pasar saham, dan memberikan pinjaman namun dengan bunga yang tinggi sehingga lembaga tersebut mendapatkan keuntungan. Namun hanya sebagian kecil yang dikembalikan kepada deposan.

Jika anda akan melakukan investasi, maka kepercayaan anda akan diberikan kepada penasihat keuangan. Terutama untuk mutual fund, dan juga pasar saham. Hal itu tentu berkaitan dengan imbalan yang diberikan kepada penasihat keuangan, atas bagian dari laba anda. Laba keuntungan yang dihasilkan berpeluang lebih besar dari pada modal. Namun risikonya, apabila penasihat keuangan gagal melihat peluang. Sehingga, laba yang didapatkan tidak seberapa besar nilainya.

Apakah Menanam Saham akan Langsung Memiliki Saham Perusahaan?

Pada tahun 2017, orang sudah mengenal istilah menanam saham. Sekarang pun, sudah mulai banyak orang yang menanam saham, namun masih berbeda dengan penanaman saham orang kaya. Seorang peneliti ekonom, NYU Edward Wolff, menunjukkan hasil penelitiannya bahwa 1% rumah tangga kelas atas memiliki lebih dari 38% dari seluruh saham. Sementara 10% paling atas untuk orang Amerika memiliki investasi saham lebih dari 1 juta dollar, kemudian 40% berikutnya memiliki rata-rata investasi sebesar 100.000 dollar, dan sebagian sisanya tidak memiliki investasi. Namun tidak sedikit orang di negara lain yang tidak memiliki akses untuk bisa menanam saham.

Di samping itu, si penanam saham tidak memiliki hak untuk memilih tempat di mana uang mereka akan diinvestasikan. Hal tersebut kurang transparan bagi penanam saham. Maka dari itu, perlu adanya desentralisasi untuk dapat mengatasi hal tersebut.

Bukannya Cryptocurrency Bisa Mewujudkan Desentralisasi?

Bitcoin atau koin crypto lain yang muncul di awal-awal menawarkan keamanan dalam perdagangan melalui sistem peer-to-peer. Diyakini bahwa sistem tersebut aman walaupun tanpa melalui perantara, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Maka dari itu, pengguna dapat memegang kendali penuh dengan aset yang mereka punya. 

Namun cryptocurrency belum sepenuhnya melakukan sistem keuangan terdesentralisasi. Hanya saja, ada beberapa bagian yang sudah di desentralisasi, seperti penerbitan crypto dan penyimpanannya. Hal itu dikarenakan ada beberapa masalah yang dihadapi blockchain untuk dapat mendesentralisasi sistem keuangan secara menyeluruh.

Diantaranya cryptocurrency hanya bisa di akses melalui titik akses terpusat seperti crypto exchange. Kemudian, sebagian besar crypto dikelola melalui perusahaan yang tidak transparan dan tidak memiliki akuntabilitas.

Apa itu Decentralized Finance (DeFi)?

DeFi merupakan singkatan dari Decentralized Finance. Cakupannya meliputi aset digital, protokol, dApps yang dibangun di atas blockchain dan beberapa smart contract.

Aplikasi DeFi dapat diibaratkan menjadi ekosistem keuangan, di mana anda dapat membangun berbagai kebutuhan termasuk layanan keuangan dengan cara decentralized. Hal tersebut ada karena aplikasi DeFi dibangun berdasarkan blockchain yang dapat digabungkan, dimodifikasi bahkan diintegrasikan sesuai kebutuhan anda.

Apa Kelebihan DeFi?

DeFi Memberikan Kendali Aset Pada Anda

Bank dan perusahaan fintech baru berjanji bahwa akan memberikan kontrol lebih kepada penggunanya. Namun, kenyataannya, Anda harus memberikan trust Anda pada kedua lembaga tersebut untuk mengelola keuangan Anda. Maka dari itu, muncullah teknologi DeFi, yang memiliki tujuan mengembalikan sepenuhnya kendali keuangan anda tanpa melibatkan perantara. Selain itu, banyak pengembang aplikasi keuangan yang mengadopsi protocol open-source untuk perdagangan melalui decentralized exchanges.

Faktanya, protokol yang menggunakan sistem open-source memungkinkan semua orang menjual produk keuangan barunya diatas platform atau protokol mereka. Pengembang aplikasi seluruh dunia dapat berkolaborasi untuk menciptakan produk baru yang mengarah pada inovasi yang cepat dan dalam jaringan yang aman. Siapapun dapat menyimpan, berdagang dan menginvestasikan aset pada blockchain dengan aman dan mendapatkan pengembalian yang tinggi dibanding dengan sistem keuangan tradisional yang mengambil banyak margin bagi mereka. 

Ekosistem DeFi (Decentralized Finance) dan Produknya

Berbagai macam produk tersedia dalam sistem DeFi, yang kemudian disebut juga sebagai keuangan terbuka. DeFi dapat diibaratkan sebuah ekosistem yang isinya meliputi blockchain, aset digital, dan protokol terbuka yang dapat diintegrasikan dengan struktur keuangan konvensional.

Protokol Open Lending di DeFi

Sesuai dengan namanya, DeFi merupakan sebuah platform peminjaman uang digital yang dibuat berdasarkan blockchain. Protokol peminjaman secara terbuka sudah populer dalam sektor keuangan terbuka dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dikarenakan adanya kontribusi Dai, protokol peer-to-peer lainya seperti dharma, dan pool liquidity seperti Compound Finance.

Sama halnya dengan bank, ketika seseorang menyimpan uang dan orang lain akan meminjam aset digital, maka akan mendapatkan bunga. Namun, alih-alih sebagai perantara, mereka menentukan persyaratan pinjaman sesuai dengan kebijakan mereka. Seakan-akan menghubungkan si pemberi pinjaman dengan peminjam dan akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan keuntungan. Hal itu disebabkan karena transparansi pada sistem blockchain tidak memiliki perantara, sehingga pemberi pinjaman akan mendapatkan nilai kembali yang lebih tinggi dan akan lebih paham mengenai risikonya. 

Protokol open lending secara ketat didasarkan pada blockchain yang pada kemampuannya dapat meminjamkan aset digital yang dapat di akses secara global. Hal itu tentu menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan jasa peminjaman tradisional. Keuntungan tersebut antara lain :

  • Integrasi dengan lending atau borrowing.
  • Jaminan aset digital jika gagal membayar pinjaman.
  • Transaksi dapat diselesaikan saat itu juga, dan memiliki metode pinjaman baru yang aman.
  • Standarisasi dan interoperability yang dapat mengurangi biaya secara otomatis.
  • Tidak ada pemeriksaan kredit, dengan arti lain adanya akses ke orang yang tidak dapat memanfaatkan layanan tradisional.

MakerDAO sebagai protokol pinjaman decenntralized yang paling umum tahun ini. Hal ini dapat diamati karena perusahaan telah mengusulkan kenaikan biaya stabilitas harga DAI-USD, yang disebabkan oleh masalah scaling. Protokol lainya adalah Dharma dan BlockFi. Yang memungkinkan penggunanya meminjam atau meminjamkan aset digitalnya namun menggunakan metode atau model kredit yang sudah dikenal. Seperti halnya pemeriksaan kredit dan perusahaan yang memproses pinjaman di backend.

DeFi Stablecoin 

Stablecoin adalah token dari blockchain yang memiliki nilai tertentu yang dapat dipertahankan, tidak seperti koin krypto lainya yang memiliki nilai tidak stabil. Hal ini dialami karena dilakukan dengan mematok suatu nilai seperti dolar AS atau emas.  Stablecoin menggunakan jaminan juga untuk mengakomodasi variasi harga. Stablecoin terdiri dari tiga jenis, yaitu persetujuan yang diagunkan, krypto yang diagunkan, dan tanpa agunan.

Stablecoin yang Dijamin dengan fiat / fiat-collateralized

Jenis stablecoin ini adalah jenis yang paling populer. Koinnya menyimpan nilai uang dalam persetujuan seperti dolar AS atau Euro, dan biasanya dapat ditebus dengan rasio 1:1 mata uang yang dipatok. 

Koin yang sesuai dengan peraturan ini memiliki peluang besar untuk digunakan secara massal. Karena terdapat langkah aktif untuk mempertahankan tarafnya. Cadangan mata uang yang disetujui akan disimpan di bank, untuk mendukung pasokan token yang sedang beredar saat ini. Beberapa jenis lain dari stablecoin adalah Tether, Gemini, Dollars dan USDC. 

Namun hal ini akan membuat stablecoin berubah centralized, sehingga akan menimbulkan risiko bagi pihak lawan. Koin ini membutuhkan kepercayaan pada entitas centralized, maka dari itu akan lebih rentan kehilangan taraf dan destabilization dari faktor geopolitik luar. Hal ini juga sebagai sebuah risiko yang didapatkan jika kurang mendapat kepercayaan pada pihak pusat untuk menutupi IOU. Namun masalah ini dapat diatasi dengan membuat stablecoin yang dapat di audit.

Catat bahwa perusahaan di belakang stablecoin mendapatkan pendapatan mereka dari bunga yang diperoleh dari dana deposit (dalam bentuk persetujuan) dari pengguna yang menyimpan di bank. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada akhirnya, margin ini akan turun dan lebih menguntungkan pelanggan.

Stablecoin yang Dijamin dengan crypto / crypto collateralized

Stablecoin decentralized ini mendapat dukungan dari krypto sebagai jaminan. Mereka mengandalkan penerbitan tanpa adanya kepercayaan mengenai patokan 1:1 terhadap aset melalui berbagai metode termasuk jaminan berlebih dan insentif.

Jika suatu penerbitan uang tanpa adanya kepercayaan, akan membuat transparansi dan cadangan dapat di audit. Pencipta DAI adalah salah satu stablecoin yang luar biasa. ETH, merupakan aset yang mendasarinya disini, berlebihan terhadap DAI yang dipinjamkan berdasarkan rasio jaminan saat ini. Seperti contoh, stablecoin DAI dipatok ke USD dan didukung oleh Ether. Untuk setiap koin DAI memiliki nilai Ether sebanyak $1,50 yang dikunci ke dalam MakerDAO sebagai jaminan.

Sebuah agunan dapat disimpan ke dalam kontrak pintar yang hanya dapat di akses ketika hutang stablecoin sudah dihapus atau sudah tidak memiliki hutang. Jika kelebihan agunan jatuh ke bawah level tertentu yang sudah ditentukan, maka sistem stablecoin dapat menutup kontrak pintar dan menjual agunan.

Votality dari sebuah agunan adalah ancaman terbesar dari jenis ini. Jika suatu agunan kehilangan banyak nilai, sistem kurang dijamin dan liquidation dapat diaktifkan. Di antara stablecoin, pencipta DAI adalah salah satu stablecoin yang menarik karena terdiri dari peminjam, sedangkan protokol adalah si pemberi pinjaman. Maka dari itu, mereka mencetak/membuang DAI berdasarkan parameter tata kelola dan CDP. Stablecoin ini menawarkan sebuah fitur yaitu leverage decentralized dan tahan terhadap sensor.  

Stablecoin Tanpa Agunan

Jenis stablecoin ini tidak tidak decentralized, namun lebih ke collateralized ke aset krypto. Berdasarkan algoritma, token dengan lebih banyak sistem pemasokan dengan permintaan yang meningkat, sementara itu harga setiap token mengalami penurunan. Sebaliknya dengan hal tersebut, berfungsi untuk mempertahankan taraf atau nilai yang stabil. Ada sebuah contoh mengenai sistem pembayaran digital ini, yaitu “Basis”. Merupakan salah satu stablecoin yang sekarang sudah tidak beroperasi dan bahkan tutup karena masalah regulasi dengan modelnya ditahun 2018.

Penggunaan stablecoin jenis ini memiliki risiko, yaitu sulit menjaga stabilitas sementara jumlah uang yang beredar semakin menurun. Selain itu, partisipan juga harus percaya bahwa permintaan akan meningkat ditahun yang akan datang. Jika permintaan terhenti, maka stablecoin tidak akan dapat meningkatkan tarafnya. 

DeFi Exchange dan Open Marketplace

Tidak seperti centralized exchange seperti Coinbase, Indodax. Decentralized exchange memiliki sifat transaksi aset digital peer-to-peer, yakni transaksi langsung antara dua pihak pada sistem blockchain tanpa melibatkan pihak ke tiga. Keuntungan dari pendekatan ini adalah tidak ada pendaftaran, tidak ada verifikasi identitas, atau tidak ada biaya penarikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa decentralized exchange dan pasar P2P telah dibangun. Decentralized exchange ini sedang dalam tahap awal adopsi. Oleh karena itu, volume transaksinya kurang substansial dan user interfacenya kurang ramah.

Decentralized exchange pada umumnya menggunakan beberapa metode yang inovatif. Sebagai contoh, atomic swap dengan token krypto, atau metode pertukaran suatu aset dengan aset lainya yang bersifat non kustodial dengan jangka waktu settlement dan risiko yang minim.

Beberapa contoh decentralized exchange misalnya IDEX, Binance DEX, Radar Relay, dan EtherDelta. Contoh lain adalah Kyber Network dan OX Sedangkan di jaringan Vexanium ada Unydex.

Jenis open marketplace lainya terfokus pada pertukaran token non-fungible (NFT). Token ini juga disebut sebagai koleksi krypto atau crypto collectible.  OpenSea dan Rarebits adalah platform yang membantu eksplorasi, penemuan, pembelian, dan penjualan aset krypto. Disana juga ada beberapa pasar seperti DisctrictOX, yang memungkinkan anda membuat pasar anda sendiri dan memberikan suara pada governance atau pengaturan platform. Basis pasar P2P, memiliki potensi jangka panjang yang luar biasa. Mereka dapat menjangkau pasar untuk aset digital yang bersifat native dan aset dunia nyata yang ditokenisasi.

Penerbitan token dan Platform Manajemen Investasi

Sektor ini mencakup berbagai platform, sebagian besar dari platform yaitu mengarah pada pasar security token. Platform ini juga mencakup exchange seperti tZERO dari Overstock yang juga bertindak sebagai media penerbitan token.

Polymath dan Harbour adalah dua platform penerbitan security token yang menyediakan framework, tool dan sumber daya yang diperlukan bagi penerbit token untuk meluncurkan security token di blockchain. Mereka memiliki standar token untuk sekuritas seperti ST-20 dan R-Token. Hal ini memungkinkan mereka untuk dapat mengotomatiskan compliance dan parameter trade sesuai dengan kebutuhan regulasi. Selain itu, mereka juga terintegrasi dengan berbagai penyedia layanan seperti kustodian, pialang, dan badan hukum untuk membantu penerbit.

Ada berbagai smart contract yang berbasis platform manajemen aset seperti Melonport yang terintegrasi dengan price feed, exchange, compliance, manajemen risiko, dan lain-lain. Platform ini menawarkan manajemen aset front-end digital yang dibangun diatas IPFS.

Karena semakin banyak pemain terutama lembaga-lembaga, yang memasuki pasar keuangan terbuka, platform penerbitan dan kerangka kerja manajemen investasi ini kemungkinan besar akan mendapat pendorong dengan cepat.

Seberapa Ter-decentralized DeFi Sebenarnya?

Di dunia crypto, dikatakan “A system is decentralized only as its most central component

Ini ada benarnya karena desentralisasi ada secara berurutan dan memiliki berbagai level. Tingkatan desentralisasi dalam service DeFi juga bervariasi karena tidak setiap komponen dapat di-decentralized, dan memang tidak seharusnya di desentralisasi.

Sebagai contoh, berbicara mengenai bagian-bagian protokol pinjaman atau defi loan yang ter-decentralized yang dapat di bagi berdasarkan komponen umum dari berbagai komponen defi loan, antara lain kustodian, price feed, provisi untuk likuiditas margin call, inisiasi margin call, pengembagan protokol dan penentuan interest rate.

Berikut ini beberapa contoh level desentralisasi dari DeFi :

Tingkat 0 DeFi alias CeFi (Centralized Finance)

Produk keuangan ter-centralized bersifat kustodian, yang menggunakan price feed yang tersentralisasi, menginisasi margin call, menyediakan liquidity untuk margin call. Dan secara terpusat menentukan tingkat suku bunga – seluruhnya secara terpusat. Contohnya BlockFi, SALT, Celcius, dan Nexo.

Tingkat 1 DeFi

kategori produk DeFi ini bersifat non-kustodial tetapi menggunakan price feed yang ter-sentralisasi, melakukan inisiasi margin call secara sentralisasi, menyediakan liquidity secara terpusat, menentukan suku bunga secara terpusat, dan mengelola update dan pengembangan platform secara terpusat. Contohnya Dharma.

Tingkat 2 DeFi

Produk DeFi tingkat 2 ini bersifat non kustodial tetapi memiliki satu tambahan komponen ter-decentralized dari daftar komponen di atas, sementara sisanya dioperasikan secara terpusat. Contohnya Expo, Nuo, dan ETHlend

Tingkat 3 DeFi

Produk dari DeFi tingkat 3 juga bersifat non kustodial dan memiliki karakter inisiasi margin call dan provisi margin call yang bersifat permissionless. Sementara sisanya akan dikelola secara terpusat. Seperti contoh : MakerDAO dan Compound.

Tingkat 4 DeFi

Produk ini juga non-kustodial, memiliki margin call dan provisi likuiditas margin call yang yang bersifat permissionless, price feed yang ter-decentralized, sedangkan dua sisanya bersifat centralized. Contohnya dYdX dan Fulcrum.

Tingkat 5 DeFi

Dalam tingkat ini penentuan suku bunga dilakukan secara ter-decentralized bersama dengan tiga komponen pertama di DeFi tingkat 4. Tetapi kontrol untuk pengembangan dan pembaharuan platform dilakukan secara terpusat. Contohnya bZx.

Tingkat 6 DeFi

pada kategori terakhir aplikasi DeFI, setiap komponen DeFi harus ter-decentralized. Tetapi sampai sekarang tidak ada protokol DeFi yang sepenuhnya ter-decentralized. 

Hal yang sama juga berlaku untuk stablecoin juga, tidak semua stablecoin dapat ter-decentralized. Mereka hanya token yang mewakili setoran mata uang fiat, yang disimpan dalam suatu bank. Itulah alasan mengapa anda dapat mentokenisasi aset Anda dan memindahkannya lewat blockchain. Tetapi untuk kebutuhan untuk meredeem dan mengelola uang secara fisik itu ada.

Sampai undang-undang dapat beradaptasi secara penuh ke DeFi, akan selalu ada beberapa bentuk sentralisasi. Sebagai contoh, membeli properti di blockchain. Meskipun anda dapat mentokenisasi akta tersebut, hukum dan pengadilan negara harus mengakui hal tersebut. 

Apakah Ada Risiko Terkait DeFi?  

Sebagai produk dengan tingkat pengembalian yang tinggi, selalu ada risiko yang terlibat terkait DeFi, namun dalam hal itu, DeFi juga memiliki bagian yang adil juga. 

Penanganan cryptocurrency dengan aman dan tool-tool finance juga membutuhkan pengetahuan khusus. Jadi, tentu saja, ada risiko yang terlibat di sini. Para pengguna wajib untuk merahasiakan key nya, menggunakan hardware wallet dan autentikasi multi-faktor. 

Pernah adanya kejadian peretasan DAO yang terkenal sampai sekarang, yaitu pada tahun 2016. Pada kejadian tersebut, peretas berhasil mencuri sepertiga dana DAO ke akun lain dengan mengeksploitasi kerentanan dalam pengodeannya. Tentunya hal ini membuat Ethereum melakukan hard-fork pada blockchain untuk memulihkan dana tersebut. Keamanan pada Dapp dan Smart Contract pada waktu itu lebih sulit, tetapi hal itu tentu bukan hal yang remeh.

Beberapa DeFI telah melalui audit keamanan. Misalnya, DAI telah menerima empat audit keamanan selama ini. Kemudian, ada perusahaan seperti Nexus Mutual yang telah berinisiatif mengembangkan asuransi untuk menutupi masalah seperti kegagalan smart contract.

Sebagai pengguna DeFi, anda harus mengupdate diri anda dengan perubahan persyaratan layanan pada produk DeFi. Produknya antara lain wallet, exchange, dan proyek krypto. Beberapa produk DeFi juga menambahkan inovasi baru yang dipasangkan dengan DAO yang berperan mengatur protokol atau platform. Sebagai contoh pemegang token MakerDAO dapat memberikan suaranya pada stability fee DAI, yang mengalami perubahan nilai dari 1% hingga 20%.

Seperti mata uang tradisional, biasanya investor menggunakan data terdahulu dan tolok ukur seperti inflasi tahunan dan tingkat pengembalian bebas risiko untuk mengevaluasi peluang investasi. Namun dalam kasus DeFi, dengan kurangnya data historis dan kurangnya benchmark membuatnya sulit untuk menilai risiko investasi di DeFi.

Untuk mengurangi risiko ini, token seperti cDAI (Compund DAI) sudah diusulkan. Sistemnya, cDAI mendapatkan bunga variabel secara otomatis menggunakan protokol pinjaman majemuk. Hal ini memungkinkan pengguna DeFi akan berinvestasi dalam produk DeFi yang bebas risiko. 

Kesimpulan DeFi

Pasar DeFi adalah kecil jika dibandingkan dengan keuangan tradisional, tetapi kecepatannya meningkat tajam sejak tahun lalu. Dengan lebih banyak proyek dan Dapp finansial, kami berharap untuk mencapai realitas keuangan yang benar-benar ter-decentralized, di mana pasar keuangan tradisional saling beroperasi dengan aset digital dan blockchain dalam sinkronisasi sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *