Blockchain Disebut 3x Dalam Roadmap Perbankan Indonesia OJK

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) baru-baru ini meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020 – 2025 yang disingkat RP2I yang bisa Anda download di sini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen yang mengemban tugas untuk mengatur dan mengawasi industri perbankan serta melindungi konsumen perbankan, berkepentingan untuk mengembangkan perbankan agar memiliki kinerja yang baik. Menurut OJK, pengembangan perbankan Indonesia perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak sehingga perbankan dapat tumbuh secara sehat dan berkesinambungan serta mampu memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Di dalam roadmap ini, blockchain disebut sebanyak 3x, sedangkan cryptocurrency disebut 1x. Berikut ini beberapa cuplikannya :

Blockchain Sebagai Arah Pengembangan Jangka Pendek

Blockchain disebut dalam arah arah pengembangan jangka pendek dan struktural. Arah pengembangan jangka pendek difokuskan untuk meningkatkan peran perbankan dalam mendorong percepatan pemulihan
ekonomi nasional :

Transformasi digital tersebut dilakukan dengan cara memperkuat tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi, mengadopsi information technology game changers (a.l. Application Programming Interface (API), Cloud, Blockchain, dan Artificial Intelligence (AI)), dan melakukan kerjasama terkait meningkatkan tata kelola termasuk manajemen risiko serta efiensi, dan mendorong inovasi produk keuangan perbankan yang didukung dengan percepatan perizinan.

Blockchain disebut sebagai teknologi yang mengakselerasi transformasi Digital dan merupakan IT Game Changer

Perkembangan pesat teknologi-teknologi terbaru (IT Game Changers) seperti artificial intelligence, blockchain, dan cloud serta pemanfaatan teknologi yang telah semakin mature seperti API (Application Programming Interface) membuka peluang baru bagi perbankan untuk dapat memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berubah. Dengan penggunaan IT Game Changers tersebut, bank dapat menyediakan layanan perbankan yang lebih sesuai dengan keinginan konsumen secara lebih seamless terutama melalui pengembangan omnichannel maupun Open API. Di sisi lain, penerapan teknologi baru di atas juga dapat diadopsi untuk meningkatkan efisiensi bank dan menfasilitasi bank untuk memenuhi beragam ketentuan yang berlaku melalui penerapan regtech (regulation technology).

Di gambar di bawah ini, teknologi blockchain termasuk bagian operation dan infrastructure :

Mendorong Implementasi Advanced Digital Banking

Teknologi informasi terus mengalami perkembangan yang pesat.
Perkembangan tersebut tentunya membawa dampak terhadap kegiatan operasional bank. Pada saat ini, teknologi seperti API, Blockchain, Artificial Intellengece, dan Cloud Computing telah membawa suatu tantangan bagi
bank untuk melakukan transformasi digital sebagaimana diuraikan di
atas. Namun demikian, ke depan, teknologi informasi akan terus
berkembang dengan cepat seiring dengan semakin mature-nya teknologi
dan adanya penemuan baru. Beberapa teknologi yang akan berkembang pesat ke depannya adalah nano technology, 5G, quantum computing, uman
augmentation, dan brain computer interface sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah. Teknologi terbaru tersebut dapat mengubah
perilaku konsumen dan pada akhirnya dapat mempengaruhi bank untuk melakukan transformasi lebih lanjut dari digital bank ke advanced digital banking.

Untuk itu, perbankan nasional didorong untuk terus mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi yang lebih advanced sebagai upaya mempertahankan keunggulan kompetitifnya, mempertahankan konsumen yang telah ada dan menambah konsumen baru. Dalam mendukung hal tersebut, OJK akan terus melakukan penelitian dan menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan untuk mendukung implementasi advanced digital bank.

OJK Mendorong Bank Untuk Kerjasama Terkait Teknologi Termasuk Cryptocurrency


Perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat telah memunculkan
banyaknya perusahaan-perusahaan yang dikenal sebagai big tech, marketplace, dan financial technology. Selain itu, perkembangan tersebut juga menyebabkan perusahaan-perusahaan di sektor pasar modal dan institusi keuangan nonbank melakukan transformasi digital.

Perkembangan tersebut membawa suatu tantangan dan peluang bagi perbankan nasional untuk menentukan strateginya ke depan. Dalam rangka memanfatkan perkembangan tersebut menjadi suatu peluang, bank perlu memperhatikan keunggulan kompetitif yang dimiliki dan melakukan kerjasama baik dengan perusahaan-perusahaan financial technology (fintech), bigtech, marketplace, maupun dengan perusahaan-perusahaan di sektor pasar modal dan institusi keuangan non bank untuk dapat meningkatkan bisnisnya dan berperan optimal dalam ekosistem ekonomi digital.

Fungsi bank sebagai lembaga deposit taking akan tetap menjadi krusial dalam segala aktivitas ekonomi, baik untuk segmen ritel maupun korporasi. Selanjutnya, bank memiliki keunggulan dalam hal basis menjaga kerahasiaan data konsumen, keahlian dalam tata kelola dan manajemen risiko, serta dalam mengembangkan produk keuangan yang inovatif. Di samping itu, bank juga telah memiliki konsumen yang loyal, akses relasi personal dengan konsumen, dan reputasi serta kepercayaan dari konsumen yang telah dibangun lebih awal.

Namun demikian, perusahaan-perusahaan fintech, big tech, dan marketplace memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri. Perusahaan-perusahaan tersebut pada umumnya mampu mengadopsi teknologi-teknologi baru dengan lebih cepat dan lebih fleksibel dalam melakukan literasi pengembangan teknologi sesuai kebutuhan konsumen (termasuk dari segi interface). Perusahaanperusahaan tersebut juga memiliki suatu segmen pasar dimana mereka menjadi kompetitor bagi bank. Selain itu,
konsumen juga semakin menuntut adanya kemudahan dalam memperoleh
berbagai layanan keuangan baik perbankan, pasar modal, maupun asuransi melalui aplikasi.

Berita lain tentang teknologi Blockchain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *