Bagaimana Blockchain Terbagi Menjadi Dua: CeFi dan DeFi (Decentralized Finance)

Indonesia kini memiliki produk Decentralized Finance atau DeFi seperti Vyndao (DeFi loan) dan Unydex (Decentralized Exchange) yang dibangun di atas blockchain Vexanium. Seperti apa perbandingan pola pikir DeFi dan CeFi ?

Baca juga : Apa itu Decentralized Finance

Ada 2 bagian sistem keuangan dari perspektif penggemar crypto yaitu keuangan tradisional dan keuangan cryptocurrency. Namun saat ini industri crypto sendiri memiliki 2 bagian yaitu centralized finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi). Begini cara pemisahan tersebut terjadi.

Salah satu ide orisinil di balik cyptocurrency adalah memiliki jaringan peer-to-peer sepenuhnya yang tidak membutuhkan perantara yang bersifat terpusat seperti lembaga keuangan. Namun ide ini pada kenyataannya diaplikasikan dengan cara berbeda. Pertama, terdapat 2 cara untuk memiliki crypto. Anda menerima pembayaran dalam crypto atau menukarkan uang dikeluarkan oleh pemerintah misalnya dolar, untuk crypto. Kebanyakan orang masuk ke industri crypto melalui gerbang fiat dan hal ini tentu memperumit banyak hal setidaknya terkait gagasan untuk menghindari lembaga keuangan. Sebagian besar negara memiliki regulasi terkait anti pencucian uang dimana hal ini membuat platform penyedia layanan keuangan bertanggung jawab untuk mencegah penggunaan ilegal platform mereka. Akibatnya, layanan yang memungkinkan orang untuk menukarkan uang fiat ke cryptocurrency menjadi tunduk pada regulasi yang ada selain itu ada juga sejarah pemerintahan pada negara China dan Jepang yang menindak operasi pertukaran crypto. Kedua, pada industri di mana crypto merupakan sesuatu yang sepenuhnya bersifat peer-to-peer, setiap orang akan bertanggung jawab atas resiko masing-masing karena tidak terdapat institusi terpusat yang menjadi perantara. User perlu menyimpan secara aman private key mereka dimana jika hilang maka aset digital mereka juga akan hilang. Tentu saja hal tersebut berebda dengan sistem keuangan tradisional dimana uang yang disimpan di bank masuk ke dalam lingkup asuransi. Kedua tantangan ini bersama-sama mengarahkan pengembangan awal ruang kripto ke arah CeFi.

Ketika industri crypto tumbuh menjadi industri yang bernilai miliaran dolar, bagian dari industri tersebut yang menginginkan fleksibilitas lebih tinggi dan opsi yang lebih luas  mulai membangun layanan keuangan yang bergantung pada algoritma yang dieksekusi otomatis oleh komputer atau yang disebut dengan smart contract. Pada beberapa kasus, komunitas terdesenteralisasi yang terdiri dari perusahaan tertentu atau partisipan menentukan bagaimana layanan ini akan bekerja. Hal ini merupakan dasar dari Decentralized Finance.

Tentang Apakah CeFi Itu?

Sesuai dengan namanya, CeFi terdiri dari sistem keuangan dimana user mempercayakan dana mereka ke pihak ketiga. User dari CeFi sepenuhnya percaya pada bahwa orang yang mengelola bisnis ini memiliki standard kode etik yang tinggi. Fitur kepercayaan utama ini merupakan hal yang juga ada di industri keuangan tradisional. Selain itu perlu diingat juga bahwa istilah CeFi ada dalam kontesks cryptocurrency, menurut Bill Dashdorj, CEO Pokket.

Dashdorj juga mengatakan bahwa CeFi merupakan perpanjangan dari model sistem keuangan yang sudah ada tetapi ditingkatkan ke level berikutnya dengan crypto. Hal ini meringankan salah satu masalah terbesar dari sistem keuangan tradisional yaitu aksesibilitas tetapi juga memiliki kegunaan dan kesederhaan karena lebih akrab bagi kebanyakan orang. Dashdorj melihat bahwa CeFi merupakan solusi dari penghalang untuk layanan keuangan dan CeFi melayani kebutuhan yang lebih mendesak bagi orang-orang yang tidak puas atau tidak dapat mengakses layanan keuangan tradisional. Contoh dari layanan CeFi adalah exchange yang tersentralisasi seperti Coinbase dan Binance. Stablecoin seperti USDC dari Coinbase dan stablecoin Libra yang diusung oleh Facebook juga merupakan layanan CeFi. Stablecon ini berada di ranah CeFi karena mereka didukung 1:1 oleh dolar AS yang dimiliki oleh pemerintah pusat.

Layanan penyimpanan dan memberi pinjaman seperti BlockFi, Celsius, dan Pocket merupakan perusahaan CeFi. Pada umumnya, CeFi merupakan layanan apapun dimana Anda menyimpan private key dari aset crypto yang Anda miliki. Satu-satu nya bagian yang terdesentralisasi dari CeFi adalah layanan ini menciptakan use case untuk cryptocurrency yang terdesentralisasi seperti ether atau bitcoin.

Tentang Apakah Decentralized Finance (DeFi) Itu?

Ide utama di balik DeFi adalah untuk membawa desentralisasi secara penuh ke industri crypto, ucap Brian Kerr, CEO dari Kava Labs, sebuah Platform DeFi. Kerr juga mengatakan bahwa tidak seperti layanan CeFi, protokol dan aplikasi DeFi bersifat open source dan dapat dijalankan di cloud oleh banyak operator yang tersebar di seluruh dunia. Software tersebut bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapapun yang memiliki akses internet serta tidak membutuhkan KYC atau hal sejenis lainnya yang terdapat di industri keuangan tradisional. Dengan kata lain, industri DeFi bersifat permissionless dan trustless.

Para ahli berpendapat bahwa kebebasan yang ditawarkan oleh DeFi datang dengan tanggung jawab user untuk mengelola resiko mereka sendiri. Berbeda dengan CeFi, sebagian besar pengguna DeFi bertanggung jawab atas private key mereka. Selain itu, layanan DeFi tidaklah foolproof. Laporan terbaru dari perusahaan intelijen crypto, Ciphertrace menunjukkan bahwa terdapat sekitar 98 juta dolar crypto karena peretasan yang menargetkan protokol decentralized finance pada bulan januari hingga akhir Oktober. Situasi ini semakin bertambah buruk pada minggu pertama bulan November dengan Akropolis, sebuah layanan DeFi kehilangan lebih dari 2 juta dolar karena peretasan.

Salah satu contoh dari layanan DeFi adalah decentralized exchange seperti UniSwap dan dYdX. Dengan layanan ini, user dapat menghubungkan wallet crypto yang disimpan sendiri ke exchange untuk melakukan kegiatan jual beli. Tidak entitas pusat yang memegang dan mengelola aset pengguna. Layanan pinjaman algoritmik dan otonom seperti Compound dan bZx yang termasuk dalam kelas DeFi.

Selain itu terdapat juga stablecoin di setengah industri DeFi. Stablecoin DeFi didukung oleh aset crypto yang terdesentralisasi seperti ethereum, bitcoin, dan lainnya dan bukan didukung oleh uang yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Stablecoin DAI, yang dikembangkan oleh Maker Foundation, merupakan decentralized stablecoin yang paling terkenal. Secara algoritma, DAI diikatkan ke dolar AS dengan menggunakan sistem moneter collateralized debt position (CDP). Di dalam sistem CDP, salah satu mata uang crypto kolateral didepositkan ke dalam smart contract dengan imbalan stablecoin yang baru dicetak. Pada dasarnya, token DAI baru adalah pinjaman yang diberikan terhadap jaminan crypto dalam smart contract.

Namun, baik CeFi dan DeFi masih sama-sama memiliki persamaan.

John Patrick Mullin, Co-founder dari Mantra DAO, sebuah platform DeFi yang diatur oleh komunitas untuk melakukan staking, meminjamkan dan mengatur platform, mengatakan bahwa use case yang paling terpenting di kehidupan nyata dari DeFi dan CeFi adalah kemampuan untuk menghasilkan yield dari kumpulan modal dan likuiditas global yang dapat diakses oleh hampir semua orang selama mereka memiliki koneksi internet. Perkembangan ini memungkinkan pengguna yang sebelumnya mungkin telah dikeluarkan oleh sistem keuangan untuk mengakses berbagai produk keuangan yang belum pernah mereka akses sebelumnya. Perbedaannya terletak pada bagaimana layanan di industri tersebut berusaha untuk menyediakan akses.

Peran CeFi di Industri Crypto

Terlepas dari fitur sentralisasi CeFi yang dimana menentang ide asli dari cryptocurrency, CeFi memiliki peranan penting dalam hal pemakaian crypto. Berikut adalah beberapa hal dimana ahli percaya bahwa CeFi berguna.

User Experience yang Familiar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa aspek dari CeFi cukup mirip dengan desain dari industri keuangan tradisional dimana hal ini menjadi lebih mudah bagi user crypto baru. Cryptocurrency sudah merupakan topik yang esoterik dimana harus lebih disederhanakan lagi untuk dapat diadopsi secara masal dan itu adalah bagaimana cara CeFi bekerja, ucap Katherine Deng, VP of global business dari MXC exchange. Melalui desain, bisnis CeFi mampu untuk menarik  dan melayani user crypto baru. User-user ini merupakan user yang sudah familiar dengan user experience dari keuangan tradisional dan tentu merupakan hal yang cukup besar untuk berharap mereka dapat langsung terjun ke DeFi dan mengelola resiko mereka sendiri.

Bagian dari user experience yang familiar adalah layanan CeFi yang mengambil hak asuh dari aset crypto user seperti yang dilakukan oleh institusi keuangan tradisional kepada pelanggannya. Hal ini membuat kurva pembelajaran untuk adopsi crypto tidak terlalu curam.

Cross-chain Trading

Terdapat beberapa mata yang crypto di pasaran saat ini. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah bitcoin, ether, litecoin, ripple, zcash dan lainya. Dan merupakan hal uang umum bagi pengguna crypto untuk menukarkan satu tipe dengan tipe lainnya sama seperti orang menukarkan dolar AS ke euro. Namun, proses perdagangan 2 crypto yang berasal dari blockchain yang berbeda tidak sesederhana perdagangan fiat yang berbeda.

Anda tidak dapat mendepostikan bitcoin di blockchain ethereum untuk mendapatkan ether (mata uang asal dari blockchain ethereum). Blockchain bitcoin berbeda dari blockchain Ethereum dan mereka tidak dapat dioperasikan. CeFi memungkinkan adanya perdagangan lintas chain yang secara teori berarti user dapat memperdagangkan cryptocurrency yang berbeda satu sama lain. CeFi juga memungkinkan user untuk membeli cryptocurrency dengan mata uang fiat mereka seperti dolar AS dimana hal ini akan memberikan mereka kemudahan untuk memiliki mata uang digital. Trading cross-chain merupakan hal yang sulit untuk dicapai dengan DeFi karena banyak protokol desentralisasi yang berada di blockchain dan akibatnya mereka dibatasi untuk hanya menerika aset crypto yang didukung oleh jaringan blockchain yang dimaksud. Misalnya, protokol DeFi yang dibangun di blockchain ethereum dibatasi hanya untuk mendukung ether dan aset lain yang awalnya dikeluarkan di blockchain ethereum. Exchange CeFi, pada sisi lain, mengelola order book yang besar dimana membuatnya lebih mudah untuk mengsimulasikan cross-chain trading.

Efisiensi Operasional Yang Lebih Baik

CeFi pada dasarnya dapat menjadi sangat efisien. User dapat langsung mengeksekusi satu tanpa perlu adanya konsensus. Efisiensi superior di sini memungkinkan berkat fakta bahwa layanan keuangan terpusat tidak melakukan setiap transaksi di blockchain. Kebanyakan aplikasi DeFi, pada sisi lain, harus mengeksekusi transaksi on-chain. Sebagai hasilnya, binsis CeFi dapat menawarkan likuiditas yang lebih tinggi dan kecepatan transaksi yang lebih.

Apa Yang Ditawarkan DeFi Di Industri Crypto

Transparansi yang lebih baik

Kurangnya transparansi yang memadai dengan keuangan tradisional, terutama mengenai bagaimana perusahaan keuangan menggunakan dana klien merupakan salah satu hal yang ingin diperbaiki oleh crypto. Model CeFi hanya memberikan sedikti peningkatan dalam transparansi sementara DeFi mengubah transaparansi. Steven Becker, presiden dari Maker Foundation mengungkapkan bahwa DeFi menciptakan otonomi untuk orang-orang dengan memanfaatkan transparansi dan aksesibilitas blockchain yang terdesentralisasi; bahwa otonomi digunakan untuk menciptakan peluang finansial.

Intinya, DeFi menawarkan transparansi operasi bisnis yang lebih baik karena protokol desentralisasi yang bersifat open source dan tersedia untuk di audit oleh siapapun. Hal ini merupakan efisiensi pasar yang sulit dicapai dengan layanan sentralisasi. Kerr menambahkan bahwa berbeda dengan CeFi dimana operator bisnis tunggal mengumpulkan biaya dari user, setiap profit yang didapat dari aplikasi DeFi akan dikembalikan kepada peserta. Hal ini menciptakan efisiensi pasar yang sulit dicapai dengan model sentralisasi.

Decentralized Finance Mencegah Perilaku Rent-Seeking

Rent-Seeking merupakan konsep ekonomi yang terjadi jika suatu entitas mengejar peningkatan kekayaan tanpa membalas dengan kontribusi yang berarti terhadap produktivitas. Ide tersebut berasal dari keyakinan bahwa entitas memperoleh pemasukan dari satu atau lebih kombinasi upah, keuntungan dan sewa. Dari ketiganya, sewa merupakan hal yang paling mudah didapat. Sewa melibatkan maksimalisasi sumber daya yang dimiliki dimana hal ini dapat mendorong perilaku monopoli. Ahli mengatakan bahwa hal ini tidak menganggu layanan yang didesentralisasi. Becker mengatakan bahwa DeFi memungkinkan adanya inovasi di solusi keuangan yang tersedia serta bagaimana setiap orang dapat menggunakan opsi tersebut. Tetapi karena tidak ada kebebeasan yang tidak diikuti dengan kewajiban, biaya dari otonomi DeFi adalah tanggung jawab user untuk mengelola sendiri resikonya.

CeFi dan DeFi Membutuhkan Satu Sama Lain Untuk Bertumbuh

Konsep inti dari DeFi merupakan hal yang benar-benar baru tetapi produk DeFi yang saat ini berada di pasar sebagian besar tidak dapat digunakan untuk sebagian besar orang. Untuk ini, DeFi membutuhkan pengalaman pengguna CeFi. Becker menambahkan bahwa CeFi dan DeFi saling melengkapi satu sama lain dimana mereka menyediakan opsi yang lebih banyak untuk user dan institusi untuk menggunakan kekuatan dan kapabilitas mereka untuk menciptakan kesempatan finansial. Namun, Mullin memperingatkan bahwa banyak projek DeFi yang merupakan “black box” sehingga banyak protokol DeFi yang bersifat spekulatif.

Informasi blockchain dan Decentralized Finance lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *