Bagaimana Keuangan Terdesentralisasi (Defi) Membentuk Sistem Keuangan Masa Depan

Tahun 2019 menjadi tahun penanda sistem keuangan terdesentralisasi atau Decentralized Finance yang biasa juga menyebutnya dengan DeFi. Penyebutan DeFi ini sebenarnya adalah penamaan kolektif berdasarkan ekosistem aplikasi keuangan yang dibangun di atas teknologi blockchain yang selanjutnya juga lebih dikenal dengan Perbankan Terdesentralisasi. Tujuan utama dari DeFi ini adalah untuk menciptakan ekosistem layanan keuangan yang bersifat open-source, transparan, tanpa izin, dan tanpa otoritas pusat.

Baca Juga : Arti Kegunaan Blockchain Menghilangkan Rent Seeking

Pengguna memiliki kontrol penuh atas aset mereka. Mereka dapat berinteraksi dengan ekosistem melalui aplikasi yang juga didesentralisasi atau decentralized applications (dApps). Sistem perbankan terdesentralisasi ini tentu saja berbeda dengan lembaga keuangan tradisional.

Perbedaan Antara Decentralized Finance (Perbankan Terdesentralisasi) Dengan Lembaga Keuangan Tradisional

Perbedaan dari kedua sistem perbankan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Lembaga keuangan tradisional dikelola oleh badan pemerintahan terpusat. Berbeda dengan DeFi yang berjalan menggunakan smart contracts sehingga aplikasi dApps dapat berjalan tanpa campur tangan manusia;
  2. Aplikasi DeFi dibangun berdasarkan teknologi blockchain public, maka kode bersifat transparan dan terbuka dapat dilihat oleh siapa saja. Dalam ekosistem DeFi semua orang dapat memberikan kontribusi untuk membuat aplikasi yang lebih baik dan bebas bug atau gangguan. Hal ini sangat kontras dengan lembaga keuangan tradisional yang bersifat tertutup;
  3. Teknologi dalam blockchain public bersifat “tanpa izin” atau permissionless, artinya ekosistem tidak memiliki penjaga gerbang, sehingga tidak dapat melacak siapa yang membuat dApps maupun yang tidak. Hal ini menjadikan semua orang dapat menggunakan dan membuat DeFi dApps secara terbuka;
  4. Elemen DeFi individual dapat digabungkan untuk menciptakan produk yang benar-benar baru. Sebagai contoh, seseorang dapat menggabungkan pertukaran yang terdesentralisasi dan stabilisasi.

Peran Smart Contracts Atau Kontrak Cerdas Dalam DeFi

Smart Contracts adalah jantung dan jiwa dari DeFi. Berisi dokumen yang mengikat secara hokum antara dua pihak yang diawasi oleh pihak ketiga. Peran sebagai pihak ketiga ini biasanya adalah seorang pengacara. Kontrak pintar atau smart contracts bekerja dengan cara yang sama, kecuali untuk dua jenis modifikasi yang mengubah permainan, yaitu kontak ini dijalankan sendiri tanpa memerlukan pihak ketiga sebagai pengawas.

Baca juga : Sejarah teknologi blockchain

Definisi teknis yang tepat untuk Smart Contract ini adalah protokol computer yang bertujuan untuk memfasilitasi, verifikasi, atau mewujudkan negosiasi yang berupa kontrak secara digital. Hal ini memungkinkan dua pihak untuk berinteraksi secara langsung tanpa melalui pihak ketiga atau perantara. Inovasi ini diperkenalkan oleh Ethereum yang menjadi pengembang platform dApps pertama. Hal ini juga menjadi penyebab bahwa sebagian besar aplikasi DeFi dibangun di Ethereum. Namun, berkat RSK sidechain beberapa aplikasi DeFi sedang dibangun Bitcoin yang juga ada di dalam blockchain.

Penggunaan Perbankan Terdesentralisasi / Decentralized Banking

Perbankan terdesentralisasi atau DeFi telah banyak dilakukan penggunaannya. Berikut ini akan dilanjutkan pembahasan mengenai hal tersebut, antara lain:

  1. Borrowing and Lending (Peminjaman dan Meminjamkan).
  2. Monetary Banking Services (Layanan keuangan perbankan).
  3. Decentralized Marketplaces (Pasar terdesentralisasi).

Pembahasan secara mendetail akan dilakukan untuk setiap poin tersebut.

1. Borrowing And Lending (Peminjaman Dan Meminjamkan)

Pinjaman dan meminjamkan dengan sistem yang terbuka dan terdesentralisasi adalah aplikasi yang paling populer di ekosistem DeFi. Hilangnya peran perantara mengurangi risiko pihak lawan membuat pinjaman dan meminjamkan lebih murah, cepat, dan lebih banyak ketersediaan. Pinjaman dan meminjamkan secara terdesentralisasi memiliki keunggulan atas sistem kredit tradisional, antara lain:

  1. Transaksi dapat diselesaikan secara instant;
  2. Kemampuan untuk menjamin aset digital;
  3. Tidak terdapat pemeriksaan kredit;
  4. Potensi standarisasi di masa depan.

2. Monetary Banking Services (Layanan Keuangan Perbankan)

Layanan keuangan perbankan adalah penggunaan alami dari aplikasi DeFi. Kategori dalam layanan ini meliputi penerbitan stablecoin, hipotek, dan asuransi. Penerbitan stablecoin telah menjadi poin penting dalam industri kripto. Stablecoin merupakan token digital yang bertujuan untuk memberikan stabilitas dan keamanan yang terukur. Dalam istilah awam, nilainya menjadi tetap konstan dan stabil. Salah satu faktor terbesar yang menghambat adopsi cryptocurrency adalah fluktuasi harga.

Hal ini membuat ketidakpraktisan untuk perdagangan sehari-hari. Namun cryptocurrency desentralisasi yang stabil terhadap harga pasti dapat mengatasi permasalahan ini. Stablecoin menjaga stabilitas melalui pasak yang dapat memperbaiki nilai mata uang dalam rasio yang telah ditentukan ke mata uang atau aset yang lebih stabil dan lazim secara internasional.

Terdapat tiga jenis stablecoin, yaitu:

Fiat Collateralized

Wujud eksekusi stablecoin yang paling sederhana dan mudah dengan cara kerja yang juga cukup sederhana. Sejumlah fiat tertentu dikunci sebagai jaminan dan koin diberikan 1 banding 1 (1:1). Jaminan bukan hanya berupa mata uang fiat, namun juga dapat berupa emas, perak, minyak, dan lainnya. Salah satu contoh stablecoin yang didukung dolar adalah Tether. Sedangkan, Petro Venezuela adalah contoh stablecoin yang didukung minyak.

Crypto Collateralized

Koin-koin yang stabil ini menggunakan cryptocurrency, bukannya fiat sebagai patokan. Untuk menangkal volatilitas pasak, maka koin dengan crypto-collateralized menggunakan “over-collateralization”. Jadi, saat menginginkan stablecoin senilai $100, maka harus menyetor Ether senilai $200. Sehingga, hal ini bukan rasio langsung 1:1. Contoh dari stablecoin jenis ini adalah MakerDao’s Dai.

Noncollateralized

Stablecoin yang tidak didukung oleh apa pun. Smart Contracts mengendalikan produksi, pasokan, dan permintaan koin-koin jenis ini. Apabila harga setiap koin bervariasi, maka kontrak pintar atau smart contracts akan menggunakan persediaan koin untuk menebus kenaikan atau penurunan harga tersebut.

Cara lain yang dapat digunakan aplikasi DeFi dalam kategori ini selain menggunakan stablecoin adalah dengan menerbitkan hipotek dan asuransi. Sederhananya, dengan menghapus perantara yang tidak dibutuhkan, seseorang dapat membuat seluruh proses lebih cepat dan menjadi jauh lebih murah.

Decentralized Marketplaces (Pasar Terdesentralisasi)

Pasar terdesentralisasi menjadi faktor lain yang tumbuh dengan cepat di ruang DeFi. Pertukaran desentralisasi atau DEX dapat menjadi aplikasi yang paling menjanjikan di bagian ini. Dalam pertukaran normal harus mempercayai perantara atau pertukaran untuk menyimpan dana.

Dalam pertukaran desentralisasi ini akan dapat terhubung dengan rekan-rekan lain dan bertransaksi secara langsung. Karena pemeliharaan yang terlibat berkurang secara drastis, maka DEX biasanya memiliki biaya perdagangan yang jauh lebih rendah daripada pertukaran terpusat. Terlepas dari DEX, proyek-proyek lain yang terlibat dalam ruang ini termasuk penciptaan derivatif, aset sintetis, pasar prediksi desentralisasi, dan lainnya.

Aplikasi DeFi Yang Populer

Dharma

Dharma adalah platform pinjaman/meminjamkan P2P berbasis Ethereum semi terpusat (semi-centralized Ethereum-based P2P) yang mendukung DAI, ETH, USDC sebagai jaminan. Rasio agunan rata-rata adalah 210 persen dengan suku bunga yang berbeda untuk setiap koin. Hal ini memungkinkan pengguna untuk meminjamkan maupun meminjam koin selama 90 hari dengan tingkat bunga tetap. Suku bunga pinjaman dan meminjamkan berlaku sama dalam hal ini.

Tingkat bunga ini ditentukan secara manual dalam proses kotak hitam (black box) oleh tim. Fakta menarik dalam hal ini adalah, jika peminjam membayar pinjaman sebelum 90 hari, peminjam tetap harus membayar bunga total selama 90 hari. Perdagangan pada Dharma (trades on Dharma) ditangani secara manual karena Dharma adalah nonpenahanan (noncustodial). Seorang pengguna meminta untuk meminjamkan asetnya, maka selanjutnya harus menunggu peminjam untuk mencocokkan tawarannya. Hal ini termasuk dalam platform jenis pencocokan langsung.

Augur

Augur merupakan protokol pasar prediksi terdesentralisasi dengan token aslinya adalah REP. Penggunaan protokol Augur dapat memberikan suara pada hasil acara, kecuali memasukkan “skin dalam permainan” dengan melampirkan nilai pada suara tersebut. Platform pasar prediksi seperti Augur dan Guesser terhitung masih baru, namun menawarkan pandangan ke masa depan di mana pengguna dapat membuat prediksi yang lebih baik dengan memanfaatkan kebijaksanaan orang banyak. Platform Augur memiliki tiga pemain utama, yaitu:

  1. The Reporters, adalah orang-orang yang memegang token REP, sehingga wajib melaporkan hasil dari bidang pilihan mereka. Saat peristiwa sudah hampir matang, maka mereka melaporkan hasilnya. Apabila mereka melaporkan secara salah atau mereka tidak melaporkan sama sekali maka mereka dapat berisiko kehilangan 20 persen dari koin REP yang dimiliki.
  2. The Wagers, adalah orang-orang yang akan bertaruh pada hasil masa depan pasar berdasarkan laporan dari Reporters.
  3. The Market Creators akan menciptakan pasar bagi para Reporters untuk melaporkan dan mendapatkan bayaran dari pasar sebagai hasil yang diperoleh.

Compound

Compound merupakan protokol pasar uang berbasis Ethereum untuk berbagai token yang mendukung ETH, USDC, BAT, DAI, ZRX, REP. Setiap pasar aset terhubung ke cToken atau cBAT yang bertindak sebagai token perantara untuk semua transaksi. Pemberi pinjaman akan mendapatkan bunga melalui cToken. Hal ini adalah platform P2P yang bertipe liquidity pool.Tidak seperti Dharma, tingkat bunga dalam Compoubd tidak tetap, namun bervariasi yang didasarkan atas dinamika pasar secara real-time. Suku bunga akan meningkat ketika ada permintaan surplus dari peminjam dan akan menurun ketika jumlah pinjaman terlalu banyak.

Suku bunga yang memberikan pinjaman selalu lebih rendah daripada suku bunga pinjaman untuk memberikan penawaran lebih banyak terhadap likuiditas.Fungsi “penarikan” atau withdraw yang ditawarkan di sini memungkinkan pengguna untuk mengonversi cTokens ke aset asli. Sebagai contoh, dari cBAT ke DAI atau ETH. Suku bunga akan semakin bertambah dari waktu ke waktu karena dilakukan pada level blok. Rasio jaminan rata-rata adalah 400 persen.

Maker

Pembuat stablecoin Dai mungkin menjadi sintetis yang paling terkenal dan banyak digunakan di dalam DeFi. Mendukung token DAI dan ETH, sehingga platform berbasis Ethereum memungkinkan pengguna untuk meminjam DAI, yang memelihara patok lunak dalam USD, dengan menempatkan token ETH sebagai cadangan di Collateralized Debt Position (CDP). Pinjaman dalam Maker, terdapat kelebihan beban pinjaman pada tingkat di atas 150 persen pada awal pinjaman, yaitu sekitar 480 persen. Terdapat beberapa mekanisme yang berbeda untuk stablecoin crypto-collateralized untuk mempertahankan nilai patokannya terhadap mata uang fiat. Tidak seperti model P2P, yaitu di mana koin yang ada akan ditransfer.

Namun, di dalam Maker berlaku protokol secara aktif mengeluarkan koin dari kumpulans cadangan. Pembuat token (MKR) memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pendapatan operasional melalui “biaya tata kelola” atau governance fees yang bertindak sebagai suku bunga untuk jaringan. Platform Maker bermaksud untuk memungkinkan peminjam dapat mendepositkan banyak aset sebagai jaminan (dalam pinjaman tunggal) untuk mengurangi volatilitas aset tunggal.

Bitcoin DeFi

Ethereum memang telah mendominasi ekosistem DeFi (Decentralized Finance) dengan $775,6 juta terkunci di berbagai aplikasi. Namun, Bitcoin dapat segera mendominasi ruang ini berkat produk RSK dan RIF DeFi.Rootstock (RSK) merupakan platform kontrak pintar (smart contracts) yang terhubung ke blockchain Bitcoin melalui teknologi sidechain. Terdapat tumpukan teknologi yang disebut Rootstock Infrastructure Framework Open Standard “RIFOS”, yaitu Infrastruktur Framework Standar Terbuka Rootstock. Orang dapat menganggap RIFOS sebagai lapisan ketiga di atas blockchain Bitcoin karena RIFOS dibangun di atas rantai samping (RSK) yang ada di atas Bitcoin. Fitur-fitur yang ada dalam RIFOS adalah sebagai berikut.

  1. Semua komponen dilindungi oleh keamanan yang disediakan oleh Jaringan Bitcoin;
  2. Sebagian besar layanan yang berjalan di RIFOS akan dikonsumsi menggunakan single token (RIF);
  3. Semua komponen individu RIFOS telah dirancang untuk memaksimalkan manfaat potensial bagi mereka yang ingin menawarkan layanan infrastruktur mereka dalam protokol ekosistem;
  4. Selama suatu produk kompatibel dengan protokol-protokol yang mendasarinya, maka para pengembang dapat dengan mudah mengintegrasikan ke dalam ekosistem RIFOS;
  5. Protokol akan mencakup mekanisme untuk memicu efek jaringan dan skala ekonomis.

Money On Chain And RIF

Money on Chain and RIF telah bermitra untuk menciptakan stablecoin Bitcoin pertama di dunia yang terdapat jaminan. Salah satu entitas yang sangat terlibat dalam proyek ini adalah IOV Labs, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan platform yang akan memperkenalkan DeFi kepada masyarakat. Organisasi tersebut saat ini sedang mengembangkan implementasi dari RSK Smart Contract Network dan platform RIF. Protokol dalam stablecoin yang digunakan adalah sistem pihak ketiga atau three-party system. Protokol akan dibagi menjadi dua token yang terpisah dengan instrumen keuangan derivatif. Dua token tersebut adalah:

  1. Dollar on Chain (DOC), yang dipatok ke dolar AS dan digunakan untuk melakukan transaksi cepat. DOC dapat dianggap sebagai tempat yang aman dari volatilitas Bitcoin. Saat ingin membeli sesuatu dengan Bitcoin, maka dapat menahan DOC, sehingga mengurangi risiko selama proses pembiayaan.
  2. BitPRO (BPRO), token kedua yang dirancang untuk pemegang Bitcoin supaya mendapatkan penghasilan pasif dari koin mereka. Pemegang BPRO mendapatkan penghargaan dari persentase biaya yang dikumpulkan platform, tingkat bunga, dan sedikit pengaruh pada harga Bitcoin.

Kelebihan Decentralized Finance – DeFi Dibandingkan Dengan Keuangan Tradisional

Decentralized Finance atau keuangan terdesentralisasi mempunyai berbagai kelebihan, yaitu:

  1. Menghilangkan titik kegagalan tunggal dan tahan terhadap sensor. Hal ini dikarenakan aplikasi DeFi terdesentralisasi dan tidak dikendalikan oleh entitas terpusat.
  2. Aplikasi DeFi tidak memerlukan pihak ketiga. Minimnya keberadaan perantara menjadikan aplikasi DeFi jauh dari gesekan maupun permasalahan. Berbeda dengan keuangan tradisional yang sangat tergantung terhadap perantara.
  3. Aplikasi DeFi jauh lebih mudah diakses di seluruh dunia. Berbeda dengan keuangan tradisional yang bergantung pada perantara, sehingga dimungkinkan tidak tersedianya layanan di wilayah berpenghasilan rendah.
  4. Pembuatan aplikasi bisa sangat mudah saat didasarkan atas kerangka dasar dan blueprint atau cetak birunya.

Decentralized Finance atau DeFi didominasi oleh Ethereum karena pengembangannya yang sehat dan dapat terus berinovasi. Pendirian RIFOS dan RSK memiliki jalan untuk mengembangkan aplikasi yang sama dengan didukung keamanan yang disediakan oleh blockchain Bitcoin. Berkembangnya blockchain seperti Vexanium dan Ethereum yang dapat membentuk sistem keuangan masa depan menjadi perbankan terdesentralisasi ini, maka dapatkan perbankan tradisional bertahan?

Informasi lainnya tentang Blockchain :

3 thoughts on “Bagaimana Keuangan Terdesentralisasi (Defi) Membentuk Sistem Keuangan Masa Depan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *