Bagaimana Smart Contract Bekerja dan Industri Apa Yang Paling Terdampak?

Industri retail terdistorsi oleh Amazon. Uber meng disrupsi taksi dan Airbnb pelopor marketplace properti online menggantikan hotel. Saat ini para disruptor ini juga sedang berada dalam bahaya karena terdapat teknologi baru yang muncul yaitu smart contract dengan blockchain sebagai penggeraknya. Tentu saja smart contract dan blockchain memiliki potensi untuk mengambil alih posisi para disruptor. 

Apa itu smart contract?

Smart contract merupakan suatu terobosan di dalam dunia teknologi yang sudah didambakan sejak tahun 90an. Nick Szabo, seorang peneliti komputer yang pertama kali menciptakan konsep ini pada 1996 mendefinisikan smart contract sebagai protokol transaksi terkomputerisasi yang mengeksekusi ketentuan kontrak. Tujuan umum dari smart contract ini adalah untuk memenuhi ketentuan kondisi kontrak yang terjadi seperti ketentuan pembayaran, hak gadai, kerahasiaan dan bahkan penegakan hukum. Smart contract juga dapat meminimalisir terjadinya hal yang berbahaya dan tidak sengaja dan meminimalkan kebutuhan akan pihak ketiga yang memerlukan kepercayaan. Jika dihubungkan dengan tujuan ekonomi maka smart contract dapat mengurangi kerugian akibat penipuan, arbitrasi, biaya enforcement dan biaya lainnya. 

20 tahun kemudian teknologi yang menjadi visi Szabo akhirnya terealisasikan. Smart contract yang dapat diprogram bisa menggabungkan prosedur hukum dalam kontrak dilanjutkan dengan protokol yang digunakan dalam perdagangan online dimana saat ini sudah dapat diimplementasikan dengan mudah pada sistem buku besar yang didistribusikan atau yang biasa dikenal dengan blockchain. 

Bagaimana smart contract bekerja?

 Smart contract sendiri merupakan gabungan dari beberapa kode blok yang dapat mengeksekusi sendiri fungsi yang telah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu hingga kriteria yang ditentukan terpenuhi. Smart contract ini biasanya diaktifkan oleh seseorang yang melakukan transaksi dengan mengirim sejumlah mata uang digital ke alamat mereka di blockchain dan sampai sekarang mereka banyak digunakan terutama pada jaringan Ethereum. 

Untuk penjelasan yang lebih jelas tentang bagaimana smart contract  berfungsi maka biasanya orang sering membandingkannya dengan vending machine. Vending machine ini bertugas untuk mengumpulkan uang Anda dan mengeluarkan produk ketika tombol yang tepat ditekan. Supaya mesin ini terus bekerja maka Anda perlu memberinya uang tunai dan setelah itu algoritma internal akan bekerja dan menentukan apakah uang yang Anda masukkan merupakan uang palsu atau asli. Namun seiring berjalannya waktu, vending machine menjadi teknologi lama dan tidak mengesankan bagi siapapun. Namun prinsip inti dari vending machine dimana adalah “melaksanakan perjanjian sederhana” merupakan inspirasi di balik ide smart contract yang dicetuskan Szabo. 

Mengapa trend smart contract semakin melejit sekarang?

Kemunculan blockchain (sistem pencatatan yang aman dan terdesentralisasi) memungkinkan terjadinya pelaksanaan smart contract. Masalah utama yang menghambat adopsi smart contract di dekade sebelumnya yaitu masalah meningkatkan kepercayaan akhirnya terselesaikan. Jika kita mendapatkan bahwa produk yang terdapat di dalam vending machine bernilai 3 ribu dolar dan bukan hanya 3 dolar tentu penilaian kita akan berbeda. Sebagian besar dari kita akan meneliti siapa yang mengembangkan mesin tersebut hingga meletakkannya di koridor tempat orang berlalu-lalang. Kemudian kita juga akan mencari jaminan untuk mendapatkan kompensasi secara adil jika mesin tersebut mogok. 

Nah, bayangkan jika vending machine tersebut bukanlah dalam bentuk fisik namun dalam bentuk script di blockchain dimana script ini menawarkan janji untuk mampu mengoperasikan fungsi tertentu setelah menerima dana. Flow kerja ini tentu bukan merupakan hal yang baru untuk logika Anda namun karena taruhan yang terjadi di transaksi sangat tinggi maka Anda tidak merasa nyaman untuk mengirim uang Anda ke program yang tidak benar-benar Anda ketahui. 

Karena sistem perantara yang kompleks inilah maka bank dan institusi keuangan lainnya membebankan biaya yang cukup besar untuk memastikan kepercayaan dimana fungsi kepercayaan ini adalah dalam bentuk kebutuhan untuk memvalidasi pihak yang terkait dan menyelesaikan transaksi di dunia digital.

Blockchain sendiri tahan akan kerusakan dimana blockchain dapat mengurangi kebutuhan akan pihak ketiga yang terpercaya karena pada kenyataannya blockchain tidak dapat berubah dan dapat memberikan sistem keamanan yang jauh lebih unggul dari yang ditawarkan oleh bank.

Bagaimana smart contract dieksekusi

Tanpa membahas hal yang terlalu teknis, anggap saja bahwa program-program ini idealnya mampu untuk menghitung segala sesuatu yang dapat dihitung selama kode tersebut memiliki akses ke sumber daya yang luas dan tidak ada batasan waktu. Selain melakukan hal yang berkaitan dengan logika, smart contract juga harus dapat mengulang sebanyak yang diperlukan untuk menyelesaikan instruksi yang tertera di kode.

Karena hal inilah maka smart contract dibuat dalam bentuk sederhana atau dalam bentuk rumit sekalipun tergantung dari berapa banyak nomor operasi yang perlu dieksekusi dalam program. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah setiap fungsi smart contract yang dilakukan dikenakan biaya atau yang lebih sering dikenal dengan gas fee.

Gas dalam Ethereum berarti unit dimana tingkat kesulitan untuk upaya komputasi diperkirakan. Contohnya sebuah operasi smart contract membutuhkan 2 gas (yang dimana merupakan sejumlah ether) sedangkan operasi lainnya membutuhkan 5 gas. Semakin rumit instruksi yang diberikan kepada smart contract maka semakin banyak gas yang perlu Anda bayar agar instruksi tersebut tereksekusi.

Alasan digunakannya gas adalah karena harga ether mungkin berfluktuatif. Karena perubahan ini maka para miner dapat menyesuaikan harga ether dengan nilai tukar gas sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi harga per operasi yang di lakukan dalam gas dimana gas ini tertanam di Ethereum, diatur untuk tetap dan tidak berubah.

Salah satu fitur lain yang membedakan Ethereum dengan Bitcoin adalah Ethereum tidak menggunakan output yang tidak digunakan. Namun, Ethereum mempertahankan saldo akun bersama. Hal ini tentu menghilangkan pelacakan dan penyusunan output transaksi serta memungkinkan smart contract untuk memindahkan saldo ke berbagai akun. 

Bagaimana smart contract diaplikasikan?

Beberapa aplikasi dari smart contract antara lain untuk ICO (Initial Coin Offering), atau IEO (Initial Exchange Offiering), Kredit Pemilikan Rumah dan Clearing dan Settlement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *