Apakah Cryptocurrency Termasuk Uang ? Iya Kata Paper IMF

IMF membandingkan beberapa jenis pembayaran dengan framework yang simple.

IMF membaginya menjadi

  1. Type
  2. Value
  3. Backstops
  4. Teknologi

Karena tampilannya mirip seperti pohon, maka disebutnya sebagai “money tree”.

Baca Juga : Blockchain di Indonesia

Sebagai disclaimer, IMF tidak me-refer apapun terkait penerbit dari uang tersebut supaya bisa fokus pada esensi jenis-jenis pembayaran yang ada.

Atribut pertama yang mendifinisikan jenis tipe pembayaran adalah tipenya sendiri, bisa berupa klaim atau object.

Uang cash yang digunakan membayar kopi yang disebut sebelumnya adalah contoh dari object based payment. Transaksi dilakukan settlement dengan segara selama pihak yang memberikan object tsb dianggap valid. Tidak ada pertukaran informasi yang diperlukan. Opsi lain adalah mentransfer nilai / value dari claim ke orang lain di tempat lain, misalnya saat Anda membayar kopi dengan kartu debit. Men-swipe kartu berarti memberikan instruksi untuk suatu clain dari rekening bank pembeli ke bank pemilik kafe.

Claim based payment mensimplifikasi transaksi tetapi membutuhkan infrastruktur yang rumit.

Dengan berkembangnya claim based system, merchant bisa dengan mudah ke luar negeri membawa Letter of Credit (L/C) dari banknya dan menukarnya dengan barang di luar negeri daripada membawa uang emas yang berat dan beresiko.

Saat ini kebanyakan pembayaran adalah claim based dan membutuhkan situasi dimana si pembeli / pembayar dikenali sebagai pihak yang berhak melakukan klaim dan dana yang cukup hari diidentifikasi untuk memback-up klaim dan proses transfernya disetujui semua pihak.

Sedangkan uang cash adalah jenis object. Sebagai object based payment, uang kas diukur dalam local unit of account dan diterbitkan oleh bank sentral, sedangkan settlement dilakukan mirip secara desentralisasi (decentralized fashion) oleh pihak yang bertransaksi.

Mata uang digitalnya – yang masih tetap diklasifikasikan sebagai object saat ini masih diperbedebatkan dan memiliki nama “Central Bank Digital Currency” atau CBDC. Tidak seperti cash, CBDC mungkin tidaklah anonymous, walaupun bisa melindungi privasi.

Saat mengklasifikasikan klaim, pertanyaannya adalah redemption atau pencairan dari klaim dalam nilai currency yang fixed atau variable.

Object based payment lainnya adalah cryptocurrency dan dihitung berdasarkan unit of accountnya sendiri dan dibuat (atau di mint) oleh nonbank dan diterbitkan di dalam blockchain dan biasanya yang bersifat permissionless.

Perbedaan mencolok dari crypto adalah “relevansinya” maksudnya algoritma cryptocurrency bisa menyesuaikan diri untuk menstabilkan valuenya (relative ke fiat) dengan menerbitkan currency baru jika harganya tinggi atau menarik currencynya (atau burn) jika harganya rendah. Hal ini disebut managed currency / managed coin, atau a stablecoin yang distabilkan dengan algoritma. Namun model ini belum banyak ditest.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *