10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Sebagai Programmer Blockchain di 2020

Industri teknologi blockchain sudah berubah secara drastis selama 10 tahun terakhir. Blockchain bukan lagi hanya sekedar penopang Bitcoin ataupun cryptocurrency lainnya. Saat ini blockchain sudah memiliki banyak use case di berbagai industri. Terlepas dari batasan dan tantangan yang dihadapi oleh teknologi blockchain, permintaan akan blockchain engineer pada tahun 2018 hingga 2019 meningkat lebih dari 500%. Hal ini tentu mengakibatkan banyak engineer yang ingin masuk ke dalam dunia blockchain mungkin salah satunya Anda. Berikut adalah 10 hal yang perlu Anda ketahui tentang industri blockchain.

Interoperabilitas blockchain

Interoperabilitas blockchain mengacu pada kemampuan untuk memisahkan kegunaan blockchain untuk mengakses, melihat dan membagikan informasi kepada jaringan lain. Namun blockchain saat ini diisolasi dan dihilangkan dari jaringan lain. Kehadiran mereka bersifat independen mungkin dikarenakan terdapat terlalu banyak kompetisi. Para ahli berpendapat bahwa interoperabilitas blockchain akan mengarah pada keberhasilan industri secara keseluruhan. Contohnya platform pembayaran seperti PayPal dapat diinteroperasi dengan aplikasi pembayaran lainnya. Dikatakan juga harus ada sesuatu yang bisa menjembatani antara Bitcoin dan Ether (ETH). Dapat dibayangkan jika user tidak dapat mengirim e-mail dari server Yahoo ke server Gmail Google. 

DeFi

Decentralized finance atau yang lebih dikenal sebagai DeFi atau sistem keuangan yang terbuka mengacu kepada penyediaan layanan keuangan seperti pinjam meminjam, asuransi, tabungan, pinjaman, perdagangan dan hal lain yang terdapat di public blockchain. DeFi juga menyediakan beberapa manfaat jika dibandingkan dengan layanan keuangan yang sudah ada. Berdasarkan situs analitik DefiPulse, total nilai yang dikunci dalam DeFi mencapai angka $1.2 triliun pada Februari 2020. Hal ini membuktikan bahwa decentralized finance semakin berkembang dan memiliki potensial untuk diakses oleh setiap orang yang menggunakan smartphone. 

DAML

Dengan teknologi blockchain yang semakin berkembang maka tentu dibutuhkan pengembangan sistem blockchain. DAML atau yang dikenal dengan Digital Asset Modeling Language adalah sebuah bahasa smart contract yang memungkinkan blockchain engineer untuk secara akurat menciptakan kode untuk perjanjian yang disetujui oleh banyak pihak pada beberapa jaringan blockchain. Sekarang DAML bersifat open source dan diharapkan dapat mengembangkan pengalaman developer dan menyediakan bantuan untuk front-end serta peningkatan model ledger pada 2020.

BaaS

BaaS atau Blockchain as service merupakan model blockchain yang dikelola dimana model ini memungkinkan para engineer untuk menciptakan aplikasi blockchain atau layanan digital lainnya melalui jaringan yang terdistribusi. Pada model ini, industri menyediakan infrastruktur dan tools untuk mengembangkan blockchain. Selain itu model BaaS ini juga menyediakan catatan transaksi yang dapat diaudit, middleware untuk memantau pengembangan aplikasi, jaringan dan infrastruktur modular yang telah dikonfigurasikan sebelumnya serta manajemen arsitektur platform.

Cryptojacking

Cryptojacking atau yang dikenal dengan penambangan crypto berbahaya merupakan ancaman online yang muncul dimana ancaman ini melibatkan kegiatan penambangan crypto yang berbahaya pada alat yang digunakan oleh korban. Meskipun potensi mining crypto belum sepenuhnya tereksplorasi namun terdapat pertumbuhan yang signifikan pada kasus cryptojacking. Tentu lebih baik untuk mendeteksi dan mencegah cryptojacking melalui solusi pemantauan jaringan karena ancamannya sendiri tidak mudah terdeteksi oleh solusi yang bersifat endpoint. Hampir sebagian besar bisnis dan organisasi sudah memiliki alat untuk memantau jaringan.

Lightning network

Lightning network merupakan teknologi layer kedua dari micropayment instan dimana hal ini diperkenalkan sebagai solusi untuk mengatasi isu skalabilitas blockchain. Namun, lightning network juga memiliki masalahnya sendiri. Pada sebuah jurnal riset yang berjudul “Lightning Network: Jalur Kedua Menuju Sentralisasi Ekonomi Bitcoin” menyimpulkan bahwa jaringan tersebut memiliki kerentanan dalam sisi keamanan karena meningkatnya sentralisasi. Para blockchain engineer sedang bekerja untuk menghilangkan celah ini.

Federated blockchain

Blockchain merupakan angin segar bagi banyak organisasi dan juga merupakan ancaman untuk organisasi yang berhubungan dengan informasi data yang sensitif. Namun hadirnya blockchain federasi memberikan kelegaan bagi organisasi-organisasi ini. Blockchain federasi bersifat private dan perlu mendapatkan ijin dimana untuk menjadi anggota dari network tersebut dengan cara memberikan voting atau persetujuan sebelumnya. 2020 merupakan tahun untuk federasi blockchain dan para blockchain engineer perlu mempersiapkan diri untuk hal ini.

Blockchain-based supply chain

Supply chain merupakan hal vital untuk beberapa organisasi. Blockchain dapat dikatakan meningkatkan pelacakan barang, mengurangi barang palsu, meningkatkan transparansi dan mendefinisikan kembali daya jual dalam supply chain. Teknologi distributed ledger ini mencatat informasi penting mengenai produk seperti asal negara hingga bahan yang digunakan dalam produksi manufaktur. Konsumen dapat menggunakan informasi ini untuk memverifikasi keaslian dari produk tersebut. Blockchain diharapkan dapat menjadikan supply chain lebih baik lagi dalam beberapa dekade ke depan.

Transferable skills

Blockchain sendiri juga dapat dibangun di atas teknologi lain. Hal ini tentu memerlukan engineer dengan keahlian pada bidang lain seperti pengembangan software, cryptography, programming, web application, data analytics dan lainnya. Tentu saja satu skill saja tidak cukup bagi engineer. Kombinasi skill dari berbagai bidang dibutuhkan sangat dibutuhkan karena konsep baru akan lahir setiap harinya.

IoT

Industri dari IoT dapat dikatakan telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Riset dari Gartner mengestimasikan bahwa perangkat IoT akan mencapai 20 miliar pada 2020. IoT dapat dikatakan menghubungkan aktivitas, manusia, sensor, dan produk dimana data berada di tengah-tengah mereka. Meskipun hal ini terlihat menarik namun perlu diingat bahwa terdapat beberapa kerawanan keamanan yang dapat dieksploitasi. Blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi dan melakukan transfer data pada sistem IoT tanpa diperlukannya pihak ketiga. 

Industri yang berkembang membutuhkan engineer yang fleksibel

Skala jangkauan dari industri blockchain sendiri belum diketahui. Beberapa orang menyebut teknologi blockchain seperti “palu yang mencari paku”. Beberapa startup crypto sudah dikritik karena menggunakan blockchain dimana solusi yang sederhana juga sebenernya sudah cukup untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal yang sudah jelas dari teknologi blockchain adalah persentase dimana teknologi ini sudah di adopsi. Contohnya CargoSmart bekerjasama dengan Cosco Shipping Lines dan produsen mobil listrik Tesla untuk menguji pilot proyek dari blockchain supply chain.

Artikel lain tentang Blockchain :

https://belajarblockchain.id/blockchain-indonesia/

https://belajarblockchain.id/sejarah-blockchain-sebelumnya-adalah-distributed-ledger-technology/


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *